Kecelakaan di Wahana Arung Jeram Dufan Ancol, 5 Pengunjung Jadi Korban

Wahana Arung Jeram Dufan

JAKARTA– Beriwisata di hari libur seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan, tapi tidak demikian yang terjadi di Dunia Fantasi (Dufan) Taman Impian Jaya Ancol. Sebuah kecelakaan terjadi di sebuah wahana arung jeram yang mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka.

Menurut informasi yang diterima, peristiwa terjadi sekira Minggu 22 Oktober 2010 sekira pukul 15.30 WIB. Peristiwa itu juga diakui juru bicara Dufan, Rika Lestari. “Betul musibah itu terjadi,” jawabnya.

Wahan Arung Jeram, Dufan.

Akan tetapi, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban meninggal dunia. Terdapat lima orang yang menjadi korban, yang langsung dievakuasi ke rumah sakit Satya Negara. “Saat ini seluruh korban dalam pemulihan,” ujarnya.

Untuk menyelidiki kejadian ini, pihak pengelola Dufan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat.

Menurut kronologi, peristiwa itu terjadi saat korban akan menaiki wahana arung jeram, akan tetapi perahunya terbalik karena terhantam ombak.

Di saat terbaliknya perahu, korban yang dalam kondisi terpasang sabuk pangamanpun tak bisa melepaskan diri sehingga terbentur dengan kepala berada di bawah air.

Akibat kejadian itu kelima korban mengalami luka-luka, yaitu M Risma Saputra (20) asal Tambun Bekasi Jawa Barat mengalami luka lecet pada tangan dan perut, Dimas Wildana Putra (luka lecet pada tangan kiri), M Satio, Selvi Yuliani asal Pekayon Bekasi (luka lecet pada tangan) dan Cut Mutia Azuenda.

Hingga kini, pihak pengelola Dufan tidak mengetahui secara pasti apa penyebab pasti terbaliknya perahu. Dia hanya memastikan bahwa pegawainya selalu menjalani SOP sebelum dimulainya sebuah permainan.

Dalam kesempatan itu, Rika Lestari memastikan bahwa pihak Dufan akan bertanggungjawab dengan cara mengobati korban hingga sembuh dan memberikan kompensasi atas peristiwa tersebut.

Masuk Ancol Gratis Batal

PT Pembangunan Jaya Ancol batal memenuhi keinginan mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat untuk menggratiskan masyarakat DKI Jakarta yang memiliki KJP (Kartu Jakarta Pintar) pada 14 Oktober kemarin, di akhir masa jabatannya, sebelum digantikan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Awalnya, Gatot memberikan waktu dua pekan kepada managemen Ancol untuk melakukan kajian dalam penggratisan tersebut. Akan tetapi, di akhir target pada 14 Oktober, keinginan Djarot tersebut batal dipenuhi.

Pihak managemen mengaku membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk melakukan kajian, pasalnya sebagai perusahaan terbuka, mereka perlu melihat kembali apa saja dampaknya dari penggratisan tersebut.

Akan tetapi 16 Oktober, masa jabatan Djarot Saiful Hidayat sudah berakhir. Apakah kajian tersebut akan terus dilangsungkan pada era kepemimpinan Anies-Sandi?

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here