Berburu Batu Akik di Sungai Lematang, Lahat

Bupati Lahat Saefudin Aswari tengah mengasah batu akik

ANDA hobi mengoleksi batu Akik? Nah, jika demikian cobalah beplesir ke Kabupaten Lahat. Di sana, Anda bisa berburu batu akik yang masih alami. Mengambil batu akik sendiri dari alam, tepatnya di Sungai Lematang, Kabupaten Lahat.

Sungai Lematang terletak di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Dahulu, di sungai tersebut pernah ditemukan perahu zaman dulu yang disebut Biduk. Dahulu, sungai Lematang ini sering kali dilewati kapal roda lambung yang menyusuri sungai untuk membawa barang dagangan ke satu daerah ke daerah lain. Dari sinilah asal mula nama kota Lahat lahir, yaitu pada saat kapal meninggalkan daerah yang disinggahi maka orang setempat pulang dari pinggir sungai yang dalam bahasa Lahatnya Larat (pergi).Semakin dangkalnya air membuat Sungai Lematang tidak lagi dapat dilewati kapal roda lambung.

Zaman dulu Sungai lematang yang ada di Kota Lahat belum ada namanya, sungainya cukup delas dan dalam sehingga banyak para saudagar serta pembesar Belanda berperahu hilir mudik disungai lematang, termasuk tokoh islam penyebaran agamanya diantaranya “Raden Patah” Raja Demak bahkan  memiliki keturunan dikenal dengan nama Suku Lime (Soko Lime). Bukti Soko Lime adanya makam Raden Patah di Desa Pagar Batu Terkubur rambut dan kukunya.

Berburu batu akik di sungai Lematang,

Nama Sungai Lematang berawal dari terjadinya pertempuran yang sengit. Kala itu antara Pasukan Lim keturunan Cina dan Keponakan Atung Bungsu seseorang yang cukup sakti. Pada akhirnya pertempuran tersebut dimenangkan Atung Bungsu. Kedua Tokoh tersebut (LIM & ATUNG) merupakan awal nama sungai ini “LIMATUNG” . Lambat laun masyarakat menyebutnya “SUNGAI LEMATANG”

Kini sungai Lematang terkenal sebagai tempat perburuan batu akik, karena memang batu akik di sungai tersebut memiliki serat yang khas dan warna yang langka. Sungai yang melintasi Kabupaten Lahat itu memang terkenal karena arusnya yang deras. Namun, ada satu titik dalam alirannya yang banyak dihuni oleh batu-batu kali dan arusnya cukup pelan. Sehingga aman untuk dijadikan tempat berburu batu akik.

Bupati Lahat Saefudin Aswari tengah mengasah batu akik

Warga mencari batu akik dengan peralatan seadanya. Kaki mengenakan sepatu boot, ada pula yang tidak mengenakan alas kaki, hingga bertelanjang dada.

Kegiatan mencari batu akik ini jadi aktifitas yang mengasyikkan karena dilakukan bersama-sama di siang hari sambil bermain air. Batu-batu kali besar sesekali terpaksa dipindahkan demi menemukan si primadona yang dicari.

Kabupaten Lahat memang terkenal dengan tiga jenis batu akiknya, yaitu Panca Warna Sakti, Teratai, dan Teratai Tunggal. Ketiganya memiliki kualitas yang sangat bagus dan menjadi ciri khas batu akik lahat.

Bahkan, untuk menjaga kelestarian batu akik asal Lahat tersebut, Bupati Lahat Saifudin Aswari pun mematenkannya sebagai batu akik asal Lahat.

Jadi, ingin liburan sambil berburu akik di Sungai Lematang, Lahat?

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here