Inovasi Teknologi Kemenristek Dikti, Kapal Pelat Datar Bikin Nelayan Dapat Melaut Lebih Jauh

0
114
Kapal Pelat Datar yang terbuat dari baja (foto: Kemenristek Dikti)

ORANYENEWS- Inovasi teknologi di bidang kelautan kembali dimunculkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi. Kali ini, kementerian meluncurkan teknologi Kapal Pelat Datar.

Teknologi kapal pelat datar ini merupakan produk hasil dari riset, pengembangan dan inovasi serta rekayasa desain dari Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan alternatif kapal ikan yang unggul.

Kapal pelat datar ini kemudian diproduksi oleh PT. Juragan Kapal Indonesia yang merupakan perusahaan start-up yang bergerak di bidang produksi perkapalan, di bawah binaan Kemristekdikti dan berkolaborasi dengan jurusan Teknik Perkapalan UI. Sementara itu, PT. Gunung Garuda Steel yang merupakan industri baja lokal yang akan mensuplai material sebagai material utama produksi kapal pelat datar ini.

Kemenristekdikti bersama PT. Juragan Kapal melakukan Peluncuran Kapal Pelat Datar GT 20 dan GT 29 yang sudah selesa diproduksi, Sabtu (7/4) di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.

Dalam sambutannya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan penelitian yang dilakukan oleh UI ini merupakan sebuah inovasi baru. Untuk menunjang produk inovasi ini, Nasir mengatakan bahwa fasilitas yang dimiliki harus ada, misalnya untuk bahan bakar bisa juga berinovasi menggunakan bahan bakar gas.

Nasir juga menghimbau agar penelitian dengan industri harus dilakukan secara berkesinambungan. “Dalam inovasi harus menerapkan disruptive innovation, supaya inovasi berkembang tidak di pangkas karena aturan. Untuk itu inovasi harus kita coba fasilitasi,” pungkasnya

Ke depannya Nasir berharap kapal-kapal ini dapat di produksi masa dan dapat digunakan secara luas oleh nelayan Indonesia, sehingga dapat meningkatkan daya saing para nelayan dan memperkuat sektor maritim Indonesia.

Wakil Rektor UI bidang Inovasi dan Riset Rosali Saleh berharap agar dosen-dosen UI mampu membuat penelitian ke arah publikasi dan komersil dan berguna bagi masyarakat. “Saya mengharapkan UI hadir di tengah tengah masyarakat, dan memberikan produk yang bisa di publikasikan,” ucapnya.

Kapal pelat datar merupakan teknologi kapal inovatif yang menggunakan baja sebagai material utama. Kapal ini dikonstruksi dengan pelat-pelat baja datar dan tidak melewati proses pelengkungan pelat. Teknologi ini menghasilkan produk yang diproduksi lebih cepat dan ekonomis. Material baja yang dipakai juga akan memudahkan nelayan-nelayan kecil bisa melaut lebih jauh dengan ukuran kapal yang lebih besar.

Spesifikasi kapal pelat datar ini sendiri berdimensi panjang 15.5 meter dan lebar 4 meter dengan tonase 28 GT. Kapasitas tangki bahan bakar 16.4 ton dan memiliki tangki air tawar 7.5 ton. Kapasitas memiliki ruang penyimpanan ikan sebesar 20 m3 dan ruang air blast Freezer 8 m3. Jumlah kru yang bisa diangkut sebanyak 10-13 orang, serta ruang kapal dilengkapi dengan 1 kamar mandi dan dapur. Perlengkapan navigasi dan telekomunikasi yaitu kompas, GPS, echo sounder, VHF radio, dan SSB radio masing-masing 1 unit.

Untuk Kapal Berkecepatan Tinggi Teknologi Kapal Pelat Datar, dimensi panjang 13.5 meter dan lebar 3.2 meter dengan tonase 10 GT. Kapasitas tangki bahan bakar 1000 liter dan kapasitas kapal mampu memuat 20 orang penumpang dengan jumlah kru 3 orang serta 1 ton barang. Perlengkapan navigasi dan telekomunikasi yaitu kompas, GPS, echo sounder, VHF radio, dan SSB radio masing-masing 1 unit.

Turut hadir Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe, Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Retno Sumekar, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus Haji Purnomo, Perwakilan PT. Garuda Steel, serta Pejabat Eselon II di lingkungan Kemristekdikti beserta tamu undangan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here