Spekun: Inovasi Bike Sharing Pertama di Indonesia Kerja Sama Telkomsel-UI

0
252
Rektor UI Prof Muhammad Anisdan Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah melakukan uji coba Spekun baru pada Rabu (14-3-2018). (foto: humas ui)

ORANYENEWS- Universitas Indonesia (UI) dan Telkomsel menjadi yang pertama di Indonesia dalam melakukan uji coba implementasi teknologi NB-IoT (Narrowband Internet of Things) di dalam sistem bike sharing kampus. Teknologi ini akan diterapkan di ekosistem sepeda kuning (Spekun) di kampus UI Depok.

Soft launching inovasi Spekun ini dilakukan pada Rabu (14/3/2018) di area Perpustakaan UI Depok dengan memperkenalkan teknologi bike sharing generasi keempat plus (4+), yang merupakan penyempurnaan dari sistem bike sharing generasi keempat. Teknologi ini merevolusi sistem bike sharing manual generasi sebelumnya.

Bike sharing adalah sebuah konsep layanan peminjaman sepeda kepada publik dalam jangka waktu tertentu dari satu titik lokasi ke titik lokasi lainnya. Konsep yang ditawarkan dalam bike sharing generasi 4+ ini adalah peminjaman sepeda berbasis aplikasi smartphone, dengan didampingi penyediaan tiang atau dock parkir berbasis radio-frequency identification (RFID) sehingga sepeda hanya bisa diparkirkan pada dock parkir tersebut.

Aplikasi yang dipakai dalam sistem Spekun adalah aplikasi Android “Spekun” yang dilengkapi dengan perangkat smartLock yang dibenamkan pada sepeda. Sistem ini sudah kompatibel dengan teknologi konektivitas NB-IoT yang memungkinkan seluruh Spekun berkomunikasi dengan server operator sepeda, sehingga pihak operator dapat melacak sepeda sekaligus mengetahui jumlah sebaran sepeda di seluruh area. Dari sisi pengguna, penggunaan aplikasi ini memudahkan pengguna dalam melacak ketersediaan jumlah Spekun yang ada di dock terdekat dengan pengguna.

Kecanggihan teknologi radio akses NB-IoT, yang merupakan salah satu jenis teknologi jaringan Low Power Wide Area (LPWA), memungkinkan perangkat di Spekun ini beroperasi hingga bertahun-tahun tanpa pengisian daya ulang baterai sehingga sangat menghemat biaya. Teknologi ini juga mampu menghasilkan kapasitas koneksi yang masif dibandingkan teknologi IoT biasa.

Dalam sistem bike sharing Spekun ini, pengguna membuka aplikasi terlebih dahulu, sehingga aplikasi akan secara otomatis mendeteksi lokasi pengguna dan tiang docking bike sharing terdekat beserta jumlah ketersediaan Spekun. Ketika sampai di tiang sepeda, pengguna melakukan scan QR code pada bagian keranjang depan sepeda melalui aplikasi Spekun, setelah itu smartLock akan terbuka secara otomatis dan sepeda siap digunakan.

Setelah selesai menggunakan sepeda, pengguna dapat mencari tiang bike sharing terdekat. Sesampainya di tiang tersebut, pengguna mendekatkan dan mendorong sepeda pada tiang tersebut dan smartlock akan terkunci secara otomatis.  Selain itu, Spekun baru ini mempunyai desain yang lebih ramah terhadap pengguna wanita.

Untuk tahap awal, Telkomsel akan memberikan 20 sepeda beserta sistem perangkat smartLock didalamnya, yang merupakan sistem pengembangan kerja sama Banopolis dan Telkomsel. UI kedepannya akan melakukan uji coba sistem bike sharing ini selama satu semester (3 bulan) untuk melihat implikasi pemakaian. “Bila lancar, maka kami harap awal tahun 2019, sistem bike sharing berbasis teknologi ini sudah dapat diterapkan ke seluruh area UI,” ujar Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met. Prof. Dr. dalam sesi tanya-jawab kepada wartawan.

Keberadaan Spekun yang telah dimulai pada tahun 2008 ini, merupakan wujud komitmen nyata dari UI dalam mewujudkan visinya sebagai Kampus Hijau.  UI juga merupakan universitas pertama di Indonesia yang memiliki ekosistem sepeda kampus beserta jalur sepedanya, dan pada tahun ini meraih peringkat 23 dunia dalam pemeringkatan Green Metric World University Rankings. Pemeringkatan ini adalah sebuah pemeringkatan global yang menilai komitmen tinggi suatu kampus dalam pengelolaan lingkungan hidup disekitarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here