Super Blue Blood Moon, Ini yang Akan Terjadi Nanti Malam

0
726
Super Blue Blood Moon (foto: Youtube)

ORANYENEWS- Peristiwa langka dipastikan akan terjadi nanti malam, ya peristiwa yang pernah terjadi pada 150 tahun yang lalu nanti malam akan terulang kembali, yaitu fenomana Super Blue Blood Moon, apa itu?

Super Blue Blood Moon adalah sebuah peristiwa di mana tiga peristiwa terjadi di dalam satu waktu, yaitu Gerhana Bulan Total, Supermoon, dan Blue Moon. Apa lagi itu?

Gerhana Bulan Total adalah sebuah peristiwa dimana semua bagian bulan akan tertutup bayangan bumi, sehingga bulan akan tampak tertutup semua. Gerhana Bulan Total dalam setahun bisa terjadi dua kali bahkan lebih, di tahun 2038 dipresikdi akan terjadi hingga 7 kali. DI tahun 2018, Gerhana Bulan Total akan terjadi sebanyak dua kali.

Supermoon adalah sebuah peristiwa di mana posisi bulan berada lebih dekat dari biasanya, sehingga penampakan bulan saat Supermoon ini lebih terang 16 persen dibandingkan full moon, bahkan lebih terang 30 persen dibanding mikro full moon. Fenomena Supermoon ini dalam waktu dekat sudah terjadi dua kali, yaitu pada 3 Desember 2017, 1 Januari 2018, dan akan terjadi pada 31 Januari 2018 nanti malam.

Sementara Blue Moon atau Bulan Purnama Biru adalah fenomena yang cukup jarang menampilkan sebuah bulan purnama tambahan dalam jangka waktu tertentu. Namun untuk jangka waktu yang mana? Ada dua definisi dari istilah ini.
Makna yang lebih tua mendefinisikan Blue Moon sebagai bulan purnama ketiga dalam sebuah musim yang memiliki empat bulan purnama. Blue Moon ini terjadi setiap 2,7 tahun.

Mengapa bulan purnama ketiga? Berbagai musim biasanya memiliki tiga bulan penuh, dan beberapa, karena alasan adat dan agama, harus terjadi pada waktu tertentu dalam setahun. Seperti “Moon Before Yule”, yakni Blue Moon sebelum Natal.
Ada empat musim astronomi dalam setahun, yaitu musim semi (Maret hingga Juni), musim panas (Juni hingga September), musim gugur (September hingga Desember), dan musim dingin (Desember hingga Maret).

Makna lainnya, Blue Moon adalah bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Definisi ini menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir karena salah tafsir dari definisi asli almanak tersebut.

Yang mana yang benar? Nah, karena bahasa dan makna dari kata-kata terus berevolusi, silakan pilih sendiri. Keduanya umum digunakan saat ini.
Blue Moon tidaklah mesti berwarna biru—hal itu terjadi hanya sekali dalam sebuah bulan biru. Namun ada kemungkinan sedikit biru di setiap bulan purnama.

SUPER BLUE BLOOD MOON

Lalu apa yang terjadi pada nanti malam? Kapan saja waktunya?

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita memaparkan bahwa proses fenomena gerhana bulan akan terjadi mulai pukul 17.49 WIB. Kemudian pukul 19.51 WIB barulah memasuki gerhana total. Puncak gerhana akan terjadi pukul 20.29 WIB, kemudian gerhana total akan berakhir pukul 21.08 WIB.

Jika tidak sempat menyaksikan pada jam tersebut, gerhana bulan masih dapat disaksikan pukul 22.11 WIB hingga pukul 23.09 WIB. Total super blue blood moon akan berlangsung selama 5 jam 20,2 menit.

Penampakan gerhana bulan tersebut akan terlihat jelas di Pulau Sumatera, Pulau Jawa hingga bagian barat Jawa Timur, dan bagian barat timur Jawa Tengah, serta sedikit di daerah Kalimantan Barat. Di luar kawasan tersebut, proses fenomena gerhana bulan dapat diamati pukul 18.48 WIB.

Fenomena langka ini bisa disaksikan secara langsung tanpa alat canggih, akan tetapi lebih menarik jika dilakukan bersama-sama. Makanya, beberapa tempat mengadakan acara agar masyarakat bisa menyaksikan fenomena langka itu secara bersama-sama.

DAMPAK SUPER BLUE BLOOD MOON

Kemudian, apa dampaknya dengan fenomena Super Blue Blood Moon tersebut?

Dwikora menjelaskan, terjadinya Super Blue Blood Moon akan mengakibatkan gravitasi bulan dengan matahari sehingga akan terjadi tingginya pasang air laut yang maksimum mencapai 1,5 meter. Pada tanggal 30 Januari hingga 1 Februari, air laut akan surut mencapai 100-110 meter di kawasan perisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, selatan Lampung, utara Jakarta, utara Jawa Tengah, utara Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Tinggi pasang air laut maksimum akan berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam, dan perikanan darat hingga bongkar muat di pelabuhan.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here