Viral Warga Klaten Sakit Ditandu Pakek Sarung

Viral Warga Klaten Sakit Ditandu Pakek Sarung
Screenshoot media sosial

Oranyenews.com, Klaten – Media sosial tengah digegerkan dengan beredarnya wrga sakit yang ditandi menggunakan sebilah bambu dan sarung.

Warga dari Dusun Girpasang yang sakit tersebut, harus digotong pakai tandu sarung untuk naik-turun jurang dengan menapaki jalan setapak.

Dijelaskan oleh ketua RT 7 / RW 2, Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Gino, warga yang ditandu ialah Jemirah (65) yang akan dibawa ke RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Rabu (4/12/2019).

Untuk saat ini, sakit pada kakinya sudah berangsur membaik pasca dilakukan perawatan dengan tepat.

Sutarno selaku Kepala Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, mengaku jika Dusun Girpasang memang perlu mendapatkan perhatian serius.

Bahkan karena kondisi sulit diakses, pemerintah desa kabupaten sempat menawarkan warga untuk direlokasi.

Sedangkan usulan untuk pembangunan jembatan gantung Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang masih belum helas.

Pasalnya, keputusan pembangunan masih menunggu hasil ajuan usulan ke Presiden, Joko Widodo.

Pihak desa sudah berusaha untuk mengajukan usulan pembuatan jembatan Girpasang ke presiden. Akan tetapi hingga saat ini masih belum jelas nasib usulan tersebut.

”Beberapa waktu lalu diusulkan ke presiden. Sudah disurvei tiga kali,” jelas Sutarno, Sabtu (7/12/2019).

Lebih lanjut, Sutarno juga menyebut jika warga pernah ditawari untuk di relokasi pada tanah kas desa yang lebih mudah di akses.

Namun warga tetap ingin bertahan, padahal untuk membangun jembatan gantung, pihak desa masih belum mampu.

Suryanto selaku Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Klaten, menyebut jika Pemkab telah mengajukan proposal ke pemerintah pusat.

” Sudah mengajukan proposal kepada presiden bantuan pembuatan jembatan gantung. Belum ada titik terang sampai sekarang,” jelasnya.

Suryanto menyebut, ajuan pembangunan jembatan gantung senilai Rp 4 miliar. Pada Dusun Girpasang, pembangunan infastruktur memang dibatasi, pasalnya masuk kawasan rawan bencana.

Sedangkan dari pihak Sunarno, selaku Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Pemkab Klaten, membenarkan adanya usulan ke pusat guna membangun jembatan. Usulan tersebut masuk pada sektoral.

“Girpasang menjadi salah satu usulan sektoral Klaten ke pemerintah pusat,” paparnya.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here