Viral Jenazah Di Blora Menuju Diantar Ke Makam Dengan Naik Sepeda

Viral Jenazah Di Blora Menuju Makam Dengan Naik Sepeda

Oranyenews.com, Blora – Wrganet di media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video viral terkait dengan perekaman sebuah video pengantaran jenazah.

Hal tersebut lantaran jenazah yang terlihat pada video tersebut diantarkan pada lokasi makam dengan cara yang tidak lazim.

Pada perjalanan menuju likasi pemakaman, jenazah diantar dengan menaiki sepeda angin atau sepeda kayuh (sepeda ontel).

Menurut informasi yang beredar, video tersebut direkam oleh warga di Desa Cokrowati, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Sedangkan untuk jenazah yang meninggal diketahui bernama Suparni, berusia 80 tahun, dan merupakan warga desa setempat.

Jika pada umumnya pengantaran jenazah yang menuju pada area pemakaman, yakni dengan cara dipikul atau dengan menggunakan mobil ambulans.

Akan tetapi kejadian untuk pengantaran jenazah Suparni tersebut sangatlah berbeda. Pasalnya jenazah Mbah parni diantarkan dengan menggunakan sepeda ontel tua.

Tampak pada video, jenazah nenek tersebut diantar dengan cara diletakkan pada boncengan sepeda.

baru selanjutnya sepeda tersebut dituntun oleh Murtado, keponakan dari nenek (almarhumah), menuju pada area makam desa setempat.

Dalam hal ini, jarak antara rumah duka ke pemakaman tidaklah terlalu jauh, yakni hanya sekitar 500 meter saja.

Tampak Murtado menuntun sepeda dengan sangat pelan dan berhati-hati, di iringi pula oleh ratusan warga yang melayat dan ikut mengantar ke makam.

Terdapat pula beberapa orang yang nampak memegangi peti jenazah supaya tidak terjatuh, atau mencegah kejadian yang tidak di inginkan.

Pasca iringan jenazah sudah mendekati pintu makam, peti jenazah baru diambil dari boncengan sepeda, dan kemudian dipikul oleh para pelayat untuk dibawa masuk kedalam makam.

Dijelaskan oleh kepala Desa Cokrowati, Edi Sutrisno, beliau ikut membenarkan terkait dengan peristiwa pengantaran jenazah menggunakan sepeda tersebut.

Menurut yang dijelaskan Edi, Parni meninggal dalam keadaan usia lanjut pada Senin (18/11/2019) kemarin, serta dimakamkan pada hari itu juga.

Kenapa dan apa alasan pengantaran jenazah dengan cara tidak lazim tersebut? Edi pun menuturkan bahwa pihak keluarganya hanya berupaya untuk memenuhi wasiat dari almarhumah.

Pasalnya, Almarhumah Mbah Parni berwasiat bahwa bila nanti sudah meninggal, maka jenazahnya diantar ke maka dengan cara di bonceng sepeda.

“Beliau (Mbah Parni) berwasiat sebelum meninggal, jikalau nanti beliau sudah meninggal tidak menginginkan jenazah dipikul melainkan dinaikkan sepeda,” jelas Edi seperti yang dilansir dari detikcom, Selasa (19/11/2019).

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here