Sejak 2009, Kemenkeu Terbitkan Surat Utang Syariah Rp1.200 Triliun

Sejak 2009, Kemenkeu Terbitkan Surat Utang Syariah Rp1.200 Triliun
Foto : Okezone

Oranyenews.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa pihaknya sudah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk senilai Rp1.200 Triliun.

Penerbitan surat tersebut dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yakni sejak 2009. Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan 9Menkeu) menyebut, dari total sukuk tersebut sekitar Rp 165 triliun diantaranya ditawarkan secara retail.

Sedangkan menurut yang dikatakan Direktur Pembiayaan Syariah Kemenkeu, Dwi Irianti Hadiningdyah, dana dari penerbitan suku tersebut banyak dipakai untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Tercatat pada Kementerian Keuangan, total proyek yang telah didanai dengan hasil penerbitan sukuk mencapai2.211 infrastruktur.

Total dari pembiayaan yang sudah dikeluarkan untuk membiayai pembanguan proyek tersebut, mencapai hingga Rp 90,9 triliun.

Infrastruktur yang pembangunannya didanai dari hasil penerbitan sukuk, yakni Proyek Kereta Api Lintas Makassar, Jembatan Holtekam papua, Jembatan Petuk Kupang, serta pembangunan beberapa laboratorium.

“Infrastruktur tersebar di 34 provinsi di Indonesia,” ucapnya, Sabtu (16/11/2019).

Dibalik pentingnya peranan dana penerbitan sukuk, ia juga berharap generasi muda unutk bisa menjadi investor pada instrumen investasi tersebut.

Ia menilai, peran generasi muda dalam instrumen tersebut sangat penting. Tujuannya ialah demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Ia juga menyebut, untuk bisa memancing serta memberikan hembatan bagi generasi muda untuk mau menanamkan dananya pada investasi sukuk.

Pemerintah juga mengembangkan wadah dalam jaringan (daring) atau online pada semester II 2018 yang lalu.

Wadah tersebut bisa dipergunakan oleh generasi muda dalam mencermati kondisi pasar. Bahkan dinilai bahwa upaya tersebut sudah membuahkan hasil.

“Saat pertama menerbitkan sukuk tabungan pada 2016 lalu, partisipasi milenial baru 13 persen, begitu mulai platform online, partisipasi milenial lebih dari 50 persen,” paparnya.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here