Sebelum Video Syurnya Viral, Vina Garut Mengaku Sudah Lapor Polisi

Sebelum Video Syurnya Viral, Vina Garut Mengaku Sudah Lapor Polisi
Ilustrasi / Foto : Istockphoto/Exclusive Lab

Oranyenews.com, Jakarta – Terdakwa kasus penyebaran video asusila, VA atau yang lebih populer dengan sebutan Vina Garut.

Mengaku jika dirinya sudah melapor pada pihak kepolisian terkait dengan penyebaran video syur sebelum tersebar luas di media sosial.

Dijelaskan oleh kuasa hukum Vina, Asri Dewi, ketika pelaporan tersebut, justru polisi enggan untuk menindaklanjuti.

“Dia (terdakwa) lapor ke PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), tapi disuruh cari dulu buktinya,” ucap kuasa hukum dari terdakwa inisial VA, Asri Vidya Dewi SH, di Pengadilan Negeri Garut, Selasa (3/12/2019) seperti dilansir dari Antara.

Ia juga menuturkan, sebelum video asusila menyebar di media sosial, pelaporan sudah dibuat oleh Vina ke Polres Garut pada 6 Agustus 2019.

Baru selanjutnya video tersebut tersebar di media sosial pada 13 Agustus 2019. Akan tetapi, laporan terdakwa kala itu yang didampingi oleh ibunya, jelas Asri, tidak ditindaklanjuti oleh Polres Garut.

Sehingga akhirnya kasus tersebut mulai mencuat dan kemudian diselidiki polisi pasca tersebar di media sosial.

Asri menilai, laporan terdakwa VA membuktikan bahwa VA sebagai korban dari perbuatan orang lain yang sudah dengan sengaja merekam dan menyebarkan ke media sosial.

“Klien kami hanya sebagai korban, karena sudah berusaha melaporkan video tersebut ke Polres Garut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asri juga menambahkan hasil analisis terkait kasus tersebut yang ada kejanggalan. Diantaranya lantaran Vina merupakan satu-satunya perempuan dalam video tersebut dan ditetapkan sebagai tersangka.

Terlepas dari itu, dalam acara penyelidikan, termasuk juga saksi dari penyidik, menyebut bahwa kasus tersebut diungkap berdasar laporan masyarakat.

“Polisi bilang kasus ini didapatkan dari pengaduan masyarakat,” jelasnya.

Memberikan tanggapan pernyataan kuasa hukum terdakwa video asusila, Kepala Satuan Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Mappaseng menilai jika hal yang wajar jika kuasa hukum memberikan keterangan untuk membela kliennya.

Akan tetapi, Maradona menyebut jika kuasa hukum tersebut terlalu menyamakan semua orang yang datang ke kantor polisi kemudian memberikan laporan adalah korban.

Ia menilai, kepolisian memerlukan proses lebih lanjut dengan melakukan pendalaman laporan terlebih dahulu.

“Belum tentu, tidak diterima laporannya itu mungkin karena tidak bawa bukti kuat, kalau ada bukti, belum tentu juga jadi korban,” ucapnya.

Sedangkan untuk sebelumnya, diberitakan bahwa kasus video asusila “Vina Garut” mencuat lantaran adegan dalam video tersebut memerlihatkan seorang perempuan bersama dengan tiga orang laki-laki.

Video yang ditampilkan melakukan tindak asusila pada sebuah kamar. Serta berdasar penelusuran polisi, setidaknya ada 113 video adegan asusila yang sudah diperiksa laboratotium forensik Polres Garut.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here