Respons Kominfo Terkait Kabar Pemberhentian Helmy Yahya Sebagai Dirut TVRI

Respons Kominfo Terkait Kabar Pemberhentian Helmy Yahya Sebagai Dirut TVRI
Foto : KOMPAS.com/Tri Susanto Setiawan

Oranyenews.com, Jakarta – Diakui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pihaknya belum mendengar kabar diberhentikannya Dirut TVRI, Helmy Yahya oleh Dewan Pengawas TVRI.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu ketika dihubungi, Jumat (17/1/2020).

“Saya malah belum dengar,” ungkap Ferdinand.

Ia pun menyebut, akan melakukan konfirmasi terlebih dahulu mengenai kabar tersebut, tepatnya untuk memastikan kebenarannya.

“Saya konfirmasi dulu ya,” imbuhnya.

Kabar pemberhentian Helmy Yahya dari jabatan Dirut TVRI beredar sejak munculnya foto surat Dewas TVRI No 8/Dewas?TVRI/2020 ihwal pemberhentian Helmy.

Pada surat tersebut, Helmy dinyatakan diberhentikan karena tidak bisa mempertanggungjawabkan pembelian hak siar Liga Inggris yang memakan biaya besar.

Sedangkan untuk sebelumnya, juga diberitakan bahwa Dewan Pengawas LPP TVRI menonaktifkan Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya.

Penonaktifan tersebut tertuang pad Surat Keputusan Nomor 3 Tahun 2019 tentang penetapan non-aktif sementara dan pelaksana tugas harian direktur utama LPP TVRO periode 2017-2022.

Mengenai surat tersebut, Helmy membenarkan surat keputusan penonaktifan dirinya dari Dirut TVRI. Akan tetapi, ia menyebut masih mempunyai status sebagai Dirut TVRI.

Helmy memaparkan, dirinya masih sah menjabat sebagai Dirut TVRI, bahkan masih didukung oleh semua direktur.

“Iya benar, tapi saya tetap Dirut TVRI secara sah dan didukung semua direktur. Save TVRI,” terang Helmy ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (5/12/2019).

Surat keputusan tersebut, ditandatangani oleh Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Arief Hidayat Thamrin tanggal 4 Desember 2019.

Pada penjelasannya, Helmy Yahya yang dinonaktifkan sebagai Direktur Utama, yang intinya belum resmi dicopot dari posisi tersebut.

Sehingga dalam hal ini, Helmy masih mempunyai hak dari penghasilan (pendapatan) sebagai Dirut Televisi Republik Indonesia (TVRI).

“Pertama, menonaktifkan Saudara Helmy Yahya sebagai Direktur Utama Lembaga Penyiaran Televisi Republik Indonesia, yang bersangkutan tetap mendapatkan penghasilan sebagai Dirut LPP TVRI,” demikian isi surat yang seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (5/12/2019).

Penonaktifan Helmy Yahya memang menjadi polemik di berbagai kalangan. Tidak terkecuali dari beberapa tokoh di Indonesia, bahkan netizen pun ikut berkomentar terkait dengan keputusan tersebut.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here