Usut Kekerasan Terhadap Mahasiswa di Aksi Tolak RKUHP

JAKARTA- Kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang melakukan Aksi unjuk rasa dinilai telah menciderai demokrasi di Indonesia dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Padahal, demonstrasi mahasiswa sejatinya kami lakukan untuk menyuarakan penolakannya terhadap sejumlah kebijakan pemerintah dan DPR yang keliru, terkait kebijakan pemerintah dimulai dari revisi UU KPK, RKUHP hingga kebakaran hutan di Riau dan Kalimantan.

Demikian disampaikan Muhammad Humas Abidin, juri bicara Aliansi Mahasiswa Indonesia Menggugat, Dalam tulisnya, Rabu 25 September 2019.

Represifitas yang dilakukan pihak aparat keamanan terhadap mahasiswa telah mencoreng wajah demokrasi, kejadian tersebut dilakukan tidak hanya di Jakarta, namun pihak keamanan juga melakukan kepada teman-teman mahasiswa yang ada di daerah-daerah lain yang melakukan demonstrari di Indonesia.

Mahasiswa yang sejatinya bagian dari gerakan mahasiswa dan juga gerakan masyarakat sipil, menegaskan bahwa saat ini adalah momentum untuk menjawab dari kelalaian pimpinan negeri ini yang mengelola negara hanya untuk golongan elitenya sendiri.

Permasalahan di atas mendesak kami mengorganisasi diri bersama mahasiswa seluruh Indonesia untuk meminta pertanggung jawabam kepada seluruh pemerintah, baik DPR, Pemerintah, dan Aparat Keamanan yang telah merebut ruang partisipasi demokrasi.

Gerakan ini memberikan peringatan bahwa negeri ini bukan hanya milik para penguasa dan pengusaha semata yang bisa mengatur kebijakan melalui sublimasi undang-undang demi kepentingannya sendiri, melainkan milik bersama seluruh masyarakat yang mendesak terciptanya sila ke lima pancasila; keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demi itu semua, kami yang tergabung dalam Keluarga Besar ALIANSI MAHASISWA INDONESIA MENGGUGAT untuk:

1. Mengecam dan mengutuk keras tindakan represif aparat kepolisian
2. Bebaskan kawan-kawan mahasiswa yang ditangkap di seluruh Indonesia
3. Mendesak presiden menerbitkan Perppu untuk merevisi UU KPK yang sudah disahkan DPR
4. Membatalkan rancangan RKUHP yang mengibiri rakyat
5. Mendesak pengesahaan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
6. Menyerukan kepada seluruh mahasiswa untuk melakukan perlawanan dan turun ke jalan dikampus masing-masing dan di gedung DPR

BERIKUT INI JUMLAH DAN DATA KORBAN YANG DI RAWAT DI RUMAH SAKIT

Korban Luka-luka berjumlah 120 orang
Korban Serius berjumlah 20 orang
1. Korban yang dirawat di rumah sakit pusat pertamina berjumlah 80 mahasiswa
2. Rumah Sakit Pelni berjumlah 20 mahasiswa
3. Rumah Sakit Medistra berjumlah 10 Orang.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here