Pemerintahan Darurat Republik Indonesia

Pemerintahan Darurat Republik Indonesia
Kantor PDRI / foto : id.wikipedia.org

Seperti yang diketahui Pemerintahan Darurat Republik Indonesia atau yang disingkat dengan (PDRI), merupakan penyelenggara pemerintahan Republik Indonesia dengan periode 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949.

Pemerintahan tersebut dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara dan dikenal pula dengan sebutan Kabinet Darurat.

Diberlakukannya PDRI, ialah sesaat sebelum pemimpin Indonesia kala itu, Soekarno dan Hatta ditangkap oleh pihak Belanda, yakni tanggal 19 Desember 1948.

Pasalnya, mereka sempat melakukan rapat dan memberikan mandat pada Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk suatu pemerintahan sementara.

Pemerintahan Darurat Republik Indonesia

Melihat dari sejarah, khususnya ketika ibu kota RI di Yogyakarta sudah dikuasai oleh Belanda. Tepatnya pada Agresi Militer Belanda II, mereka berulang melakukan siaran berita bahwa RI sudah bubar.

Hal tersebut dikarenakan para pemimpinnya seperti Soekarno, Hatta, dan Syahrir telah menyerah dan ditahan oleh Belanda.

Mendengar adanya berita terkait dengan tentara Belanda yang sudah menduduki ibu koa Yogyakarta, serta menangkap beberapa pimpinan Pemerintahan Republik Indonesia, 19 Desember sore hari.

Mr. Syafruddin Prawiranegara bersama dengan Kol. Hidayat, panglima Tentara, beserta Teritorium Sumatra, berkunjung ke Mr. Teuku Mohammad Hasan, selaku Gubernur Sumatra (kEtua Komisaris Sumatra).

Pada malam itu juga, mereka meninggalkan Bukittinggi menuju Halaban, daerah perkebunan teh, sejauh 15 Km di selatan kota Pyakumbuh.

Beberapa tokoh pimpinan berada di Sumatra Barat bisa berkumpul di Halaban, dan 22 Desember 1948 mereka mengadakan rapat.

Pada rapat tersebut ikut dihadiri oleh Mr. Syafruddin Prawiranegara, Mr. T. M. Hassan, Mr. Sutan Mohammad Rasjid, Kolonel Hidayat, dan Mr. Lukman Hakim.

Namun ada pula beberapa tokoh seperti Ir. Indravahya, Or. Mananti Sitompul, Maryono Danubroto, Direktur BNI Mr. A. Karim, Rusli, dan Mr. Latif.

Meski secara resmi kawat yang dikirim Presiden Soekarno berlum sampai, akan tetapi pada tanggal 22 Desember 1948, sesuai dengan konsep yang sudah disiapkan, maka pada rapat diputuskan untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Susunan dari PDRI tersebut terdiri dari :

  • Mr Syafruddin Prawiranegara, menjabat sebagai Ketua PDRI (Menteri Pertahanan, Menteri Penerangan, Menteri Luar Negeri ad interim).
  • Mr. T. M. Hassan, menjabat sebagai Wakil Ketua PDRI (Menteri Dalam Negeri, Menteri PPK, Menteri Agama)
  • Mr. Sutan Mohammad Rasjid menjabat sebagai Menteri Keamanan, Menteri Sosial, Pembangunan, dan Pemuda.
  • Mr. Lukman Hakim menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Menteri Kehakiman.
  • Ir. Mananti Sitompul menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Kesehatan.
  • Ir. Indracaya menjabat sebagai Menteri Pehubungan dan Menteri Kemakmuran.

Sejak itu, PDRI menjadi musuh utama bagi Belanda. Sehingga para tokoh PDRI harus selalu bergerak sembari melakukan penyamaran guna menghindari kejaran serta serangan Belanda.

Mr. T. M Hassan yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua PDRI, mengeluarkan penuturan bahwa rombongan mereka selalu tidur di hutan belukar.

Bahkan kerap juga di pinggir sungai Batanghari, dan terbilang sangat kekurangan bahan makanan.

Dalam hal ini, mereka dituntut untuk menggotong radio serta beberapa perlengkapan lain. Sehingga menciptakan kondisi yang selalu bergerilya dengan keluar masuk hutan

Bahkan radio Belanda juga mengejek mereka sebagai Pemerintah Dalam Rimba Indonesia.

Pasca satu bulan agresi militer Belanda, bisa terjalin komunikasi antara pimpinan PDRI dengan empat Menteri yang ada di Jawa. Mereka selanjutnya saling bertukar pendapat untuk menghilangkan dualisme kepemimpinan.

Setelah melakukan pembicaraan, maka pada 31 Maret 1949 Prawiranegara memberikan pengumuman terkait penyempurnaan susunan pimpinan Pemerintah Darurat Republik Indonesia.

Selanjutnya, perlawanan pun dilakukan oleh tentara Nasional Indonesia dan bernagai laskar di Jawa, Sumatera, dan wilayah lainnya.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here