Muncul Kabar Akan Jadi Wantimpres Presiden, Ini Tanggapan Wiranto

Muncul Kabar Akan Jadi Wantimpres Presiden, Ini Tanggapan Wiranto
Wiranto / Foto : Zunita Amalia Putri/detikcom

Oranyenews.com, Jakarta – Nama Wiranto disebut masuk pada salah satu sosok yang nantinya akan menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Joko Widodo.

Ditanya mengenai hal tersebut, mantan Menko Polhukam tersebut memberikan respon yang nyeleneh. Bahkan terkesan mengalihkan pembicaraan.

Seperti yang diketahui, Wiranto datang untuk menyambangi kantor Kemenko Polhukam di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2019).

Ia mengaku datang ke kantor lamanya tersebut untuk menunaikan ibadah shalat Jumat.

Kala itu, Wiranto tampa memakai baju koko berwarna putih serta mengenakan celana hitam beserta peci hitam. Ia pun datang menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna hitam.

“Mau salat dulu,” ucap Wiranto.

Pada saat ditanya mengenaai kabar dirinya akan menjadi anggota Wantimpres, Wiranto enggan untuk berbicara secara gmablang. Ia mengaku tidak tahu terkait dengan kabar tersebut.

“(Jadi Wantimpres) kita belum tahu,” jelas Wiranto.

Siang ini, Presiden Joko Widodo akan mengumumkan 9 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Terdapat beberapa tokoh yang ditunjuk menjadi penasihat Presiden. Menurut kabar, sudah ada daftar nama yang akan ditunjuk untuk menjadi Wantimpres Jokowi.

Salah satu nama yang sangat santer dikabarkan, bahkan sudah dipastikan ditunjuk oleh Jkowi sebagai Wantimpres ialah politikus PDIP Sidharto Danusubroto.

Sidharto pun lantas mengungkap beberapa nama lain yang akan masuk pada jajaran Wantimpres.

Diantaranya ialah mantan Menko Polhukam Wiranto, pngusaha Arifin Panigoro, Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono, dan pengusaha Putri Kuwisnu Wardani.

Terlepas dari nama tersebut, ada pula sosok Habib Luthfi Yahya dan pengusaha Dato Sri Tahir yang nantinya ditunjuk menjadi Wantimpres.

Apabila memang benar Wiranto menjadi salah satu Wantimpres, maka ia harus mengundurkan diri dari jabatannya di Hanura.

Diketahui, saat ini Wiranto masih menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina di partai yang dipimpin oleh Ketua Umum (Ketum) Oesman Sapta Odang (OSO) tersebut.

“Berdasarkan UU No 19/2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden, maka Wiranto harus mengajukan surat pengunduran diri ke DPP Partai Hanura. Pengunduran diri tersebut maksimal 3 bulan setelah dilantik,” papar Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah.

“Mundur dari Ketua Dewan Pembina dengan persetujuan tertulis dari Ketua Umum,” imbuhnya.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here