4 Fakta Pasang Surut Gerindra-PKS untuk Urusan Capres-Cawapres

(foto: PKS)

ORANYENEWS- Hubungan politik Partai Gerindra dan PKS yang terlihat mesra tampaknya beberapa mengalami pasang surut dalam urusan penentuan capres-cawapres. Hubungan putus-sambung Gerindra-PKS ini sangat tampak kasat mata dalam penentuan capres-cawapres.

1. Mendorong Prabowo Capres

Ketidakpastian maju tidaknya Prabowo Subianto tidak hanya membuat resah partai Gerindra, tapi juga Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sang mitr koalisi, sehingga partai yang dipimpin Sohibul Iman itu terus mendesak agar deklarasi pencapresan Prabowo segera dilakukan.

Hal itu terlihat jelas dari statemen Sohibul Iman pada 8 April di Bumi Perkemahan Cibubur yang mengungkap pertama kali bahwa 11 April, Prabowo akan mendeklarasikan diri sebagai capres. Padahal Gerindra tidak ada statemen apapun soal deklarasi capres.

“Iya. Pak Prabowo sudah bilang sendiri akan deklarasi 11 April,” ucap Sohibul.

Justru sebagai pihak yang akan mendeklarasikan Capres, Partai Gerindra tidak ada statemen soal deklarasi, hanya Rakornas Partai Gerindra.

2. PKS Kunci Posisi Cawapres

Usai Prabowo Subianto menyatakan diri siap menerima mandat dari Partai Gerindra, Presiden PKS Sohibul Iman ingatkan dukungan partainya untuk pencapresan prabowo dengan syarat wakilnya adalah di antara 9 kader PKS yang telah dipilih.

Gerindra yang terasa didikte langsung mengeluarkan tiga syarat untuk cawapres Prabowo. Wasekjen Gerindra Andre Rosiade memerinci: Insentif elektoral, diterima koalisi, dan bisa bekerjasama dengan Prabowo.

Partai Gerindra ingin memperluas koalisi tidak hanya dengan PKS, karena ada 3 partai yang belum bersikap, yaitu PAN, PKB, dan Demokrat. Ketiga partai tersebut juga memiliki calon wakil presiden, Zulkifi Hasan, Muhaimin Iskandar,  dan Agus Harimurti.

3. Bargaining Politik,  PKS Sebut Nama Gatot Nurmantyo

Di tengah ‘adu statemen’ Gerindra dan PKS, tensi politik mulai naik. Dua politisi PKS Hidayat Nurwahid dan Nasir Jamil melihat Prabowo Subianto belum deklarasi capres dan menyatakan kesiapannya diperintah Partai Gerindra.

Bahkan, Nasir Jamil menilai bahwa besar kemungkinan tiket Capres Gerindra akan diberikan kepada tokoh lain, karena logistiknya tengah menipis.

Baik Hidayat Nirwahid dan Nasir Jamil sama-sama sepakat menyebu nama Gatot Nurmantyo lebib berpotensi, pasalnya mantan Panglima TNI tersebut memiliki elektoral dan dana yang cukup besar untuk modal kampanye.

4. Gerindra Terima Syarat PKS

Gerindra dapat membaca situasi batin PKS, yang bersikeras kadernya maju sebagai orang nomor 2 mendampingi Prabowo Subianto.

Fadli Zon bahkan hingga mengucap siap menerima syarat apapun agar dapat berkoalisi dengan PKS, termasuk calon wakil presiden dari 9 nama yang diusulkan.

Mardani Ali Sera mengucap bahwa Gerindra dan PKS akan melakukan finalisasi koalisi di kantor DPP PKS di dalan acara Milad PKS ke-20.

Bahkan Presiden PKS rela menjemput Prabowo Subianto dan mengajaknya bersepeda bersama dari Gerindra dan PKS.

“Rileks dari urusan ketegangan politik, ” aku Sohibul Iman.

Dalam kesempatan itu, Sohibul Iman kembali meneguhkan harapannya untuk cawapres dari PKS untuk mendampingi Prabowo.

Lalu, apakah Gerindra akan memilih kader PKS untuk cawapres Prabowo?

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here