Terima PKI dan HTI, Alumni UIN Bersatu: Hoax Kubu Probowo Terbongkar

ORANYENEWS – Salah Satu Deklarator Aliansi UIN BerSATU Tolak Hoax, Tolak Politisasi Agama Dan Kembalinya Orde Baru, Ridwan Darmawan, menanggapi pernyataan adik kandung dari calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yakni Hashim Djojohadikusumo.

Hashim menyatakan di berbagai media bahwa sebagai adik sekaligus Tim pemenangan Prabowo akan menerima dukungan dari pihak manapun, termasuk cucu dari pengikut Partai Komunis Indonesia, dalam pesta demokrasi pemilihan presiden 2019.

Menurut Ridwan, pernyataan Hashim Djojohadikusumo semakin menegaskan kuatnya watak politik pragmatis akut pada kubu Prabowo-Sandi. Bahwa selama ini yang diucapkannya adalah hoax semata, demi meraih dukungan, meraih kemenangan.

“Logika politik bunglon ini jelas Berbahaya dan seperti jauh dari pendidikan politik yang diamanatkan oleh UU. Memang sejatinya politik adalah seni bagaimana mengakomodasi kepentingan semua kelompok asal mau memberi tambahan dukungan elektoral. Akan tetapi tentu Ada batas-batas atau rambu-rambu yang harus ditatati,” kata Ridwan melalui pesan singkat, Senin, 28 Januari 2019.

Menurutnya, sikap politik bunglon ini mereka pertontonkan ke publik secara terus menerus, mereka bertemu HTI akan mengakomodasi kepentingan HTI. Sementara ke publik bicara Prabowo sebagai patriot pembela NKRI.

Ia menambahkan contoh bagaimana sikap politik pragmatis juga diperlihatkan kubu Prabowo Sandi yang secara nyata berdiri di dua kaki. Kaki yang satu selalu bicara soal anti asing dan aseng, tapi di sisi yang lain berjanji mengakomodasi kepentingan asing dan juga Tiongkok.

“Sikap kontradiktif ini tampak sekali saat mereka bangga dikunjungi dubes-dubes Eropa dan juga melakukan manuver janji manis di depan pengusaha di Singapura,” kata Ridwan.

Ridwan menambahkan bahwa dengan prinsip menjalankan politik pragmatis akut, kubu Prabowo telah menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Kita tahu semua Presiden Jokowi diserang dengan fitnah sebagai PKI.

“Tuduhan PKI inilah yang disebarluaskan sehingga membangkitkan sentimen dari kelompok-kelompok ormas Islam yang selama ini sangat keras posisinya dalam isu PKI. Isu PKI dirangkai dengan isu anti-Islam, kriminalisasi ulama dan ditambah dengan boneka aseng,” kata Ridwan.

Menurutnya, sentimen anti-PKI atau keturunan PKI yang selama ini dimunculkan terus menerus sehingga membentuk opini terhadap pemerintahan Jokowi. PDIP sebagai partai pendukung Jokowi juga diserang dengan tuduhan PKI. “Padahal Kita tahu, secara Hukum, HAM dan konstitusi, memang Tidak melarang para keturunan PKI menggunakan hak politiknya untuk memilih dan dipilih, tapi seakan-akan kubu mereka yang selama ini Paling kuat posisinya terhadap isu PKI ini menggiring opini bahwa PDIP sebagai pengusung utama Jokowi sebagai sarang PKI hanya karena menjalankan amanat konstitusi bahwa setiap warga Negara termasuk Ribka Tjiptaning yang Anak eks-PKI boleh ikut serta membangun bangsa melalui instrument partai politik yakni PDIP.”

“Pada akhirnya, pernyataan Hashim justru membuka kedok semuanya. Bahwa semua yang mereka lakukan hanyalah strategi pragmatis akut yang tujuannya memenangkan Prabowo dengn berbagai cara. Dengan pernyataan ini publik akan semakin terbuka bahwa jualan agama, jualan nasionalisme, jualan anti asing-aseng dan jualan PKI adalah semata mata langkah konyol dan Tidak beradab untuk semata-mata merebut kekuasaan saja,” Tutup Ridwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here