Alumni Ciputat Bersatu: Andi Arief-Tengku Zulkarnaen Ingin Bikin Kisruh Pemilu

0
112

ORANYENEWS- Alumni Ciputat Bersatu (ACB) menengarai adanya upaya yang sistematis dan terstruktur untuk meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu, yaitu KPU dan Bawaslu. Caranya, dengan menyebarkan berita bohong berbagai macam, yang tentunya menyudutkan kedua lembaga tersebut.

Jika sebelumnya, mempersoalkan kardus, KTP tercecer, kali ini isu yang digunakan adalah berita hoax, ada 7 kontainer berisi 7 juta surat suara yang sudah tercoblos. Padahal, saat ditelusuri, berbagai pihak, dari KPU, Bawaslu, Imigrasi, hingga kepolisian, tidak ada kebenaran di dalam informasi tersebut.

Sayangnya, yang menyebarkan berita bohong adalah politikus Partai Demokrat Andi Arief dan seorang agawaman Tengku Zulkarnaen. Keduanya, notabene pendukung capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berikut cuitan Andi Arief:

Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar.

 

Cuitan Tengku Zulkarnaen:

Nampaknya pemilu sudah dirancang untuk curang? Kalau ngebet apa tidak sebaiknya buat surat permohonan agar capres yang lain mengundurkan diri saja? Siapa tahu mau.

Postingan keduanya, membuat masyarakat resah dan gusar, karena menuding penyelenggara pemilu tidak berbuat jujur dan adil. Tentu saja, ini meresahkan banyak pihak.

Irfan Fahmi, eks aktivis 1998, Forum Kota UIN menengarai apa yang dilakukan Andi Arief dan Tengku Zulkarnaen sangat terencana dan sistematis. Pasalnya, setelah diposting, isu yang diembuskan Andi Arief dan Tengku Zulkarnaen langsung disebarkan secara massif oleh buzzer salah satu capres-cawapres, serta website abal-abal, yang biasa menyebarkan hoax.

“Ini tidak mungkin asal ucap. Ini upaya sistematis. Apa yang memantik api, ada yang menebar jerami, sehingga semua mudah dibakar. Ini diduga terencana dan sistematis,” ucapnya.

Senada dengan Irfan, Ramadhan Isa, eks aktivis ’98, Famred menilai apa yang dilakukan Andi Arif dan Tengku Zulkarnaen sangat berbahaya bagi proses demokrasi di Indonesia.

“Menuduh, memfitnah penyelenggara pemilu yang merupakan proses demokrasi, dampaknya sangat berbahaya bagi Demokrasi di Indonesia. Hingga saat ini, kami semua percaya dengan KPU dan Bawaslu dalam menyelenggarakan pemilu. Tapi ada upaya untuk mendelegitimasi kerja keras demokrasi, mereka musuh demokrasi dan harus dilawan”.

Alumni Ciputat Bersatu, bersepakat bahwa apa yang dilakukan Andi Arief dan Tengku Zulkarnaen adalah hal yang serius dan tidak bisa diabaikan dan dibiarkan begitu saja. Jika didiamkan, maka seribu Andi Arief dan Tengku Zulkarnaen akan muncul dan menyebarkan hal serupa, bahkan lebih buruk.

Makanya, para mantan aktivis tersebut mendesak agar pihak kepolisian segera menangkap Andi Arief dan Tengku Zulkarnaen. Keduanya, dinilai wajib mempertanggung jawabkan perbuatan mereka dalam memfitnah, menyebarkan hoax, serta meresahkan masyarakat.

Alumni Ciputat juga mendesak diusutnya siapa saja yang ikut menyebarkan informasi hoax tersebut. Ditengarai, mereka adalah pihak-pihak yang ingin merusak demokrasi di negeri ini.

Aktivis Ciputat mengimbau kepada pasangan capres-cawapres, stop mendukung penyebaran hoax. Pilpres adalah kontestasi politik biasa dan rutin, jangan dijadikan ajang untuk merusak toleransi, keberagaman, dan demokrasi di Indonesia.

Terakhir, mereka menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya Alumni Ciputat, untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu hoax tersebut. Dipahami bahwa menjelang pencoblosan pemilu & pilpres akan banyak hoax diproduksi dan disebarkan untuk mengadu domba anak bangsa.

“Tolak dan lawan hoax demi Indonesia yang rukun, tentram dan sejahtera,”seru mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here