Dubes RI Benarkan Habib Rizieq Shihab Ditahan, Diduga karena Bendera HTI

0
88
Diduga foto Habib Rizieq Shihab saat diperiksa.

ORANYENEWS- Informasi penahanan Habib Rizieq Shihab oleh kepolisian Arab Saudi dibenarkan Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Dia mengungkpkan Habib Rizieq ditangkap dan diperiksa diduga karena bendera HTI yang terpasang di rumahnya.

Agus Maftuh pertama kali mendapat kabar tersebut saat dirinya mendarat di Riyadh pada 5 November 2018 pukul 23.30 WIB, setelah dia mendatangi keluarga TKW yang dihukum pancung di Arab Saudi.

Dia pun segera menghubungi sejumlah koleganya untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut. Setelah menerjunkan tim khusus, Kedubes mendapatkan informasi yang benar perihal Habib Rizieq.

“Pada tanggal 5 november 2018 sekitar pukul 08.00 WAS (waktu Arab Saudi) tempat tinggal MRS didatangi oleh pihak kepolisian Makkah karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis pada dinding bagian belakang rumah
MRS, pada saat tersebut sempat dilakukan pemeriksaan singkat terhadap MRS oleh kepolisian Makkah” terangnya.

Kemudian, pukul 16.00 WAS, MRS dijemput oleh kepolisian Makkah dan Mabahis ammah (intelijen umum, General Investigation Directorate GID) lalu dibawa ke kantor polisi. Selanjutnya untuk proses penyelidikan dan penyidikan MRS ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Makkah.

“Bahwa Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Jama’ah al-Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstrimisme,” katanya.

Pemantauan dalam Medsos juga dipantau oleh pihak keamanan Arab Saudi dan pelanggaran IT adalah merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis ‘Aamah (intelijen umum), HRS diserahkan kepada Kepolisian
Sektor Mansyuriah Kota Mekkah pada hari Selasa, tanggal 06 November 2018 sekira pukul 16.00 WAS.

Selanjutnya, 6 November 2018 pukul 20.00 Waktu Saudi, dengan didampingi oleh staff KJRI, MRS dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekkah dengan jaminan.

Dubes RI Agus Maftuh Abegebriel mengaku akan selalu intens berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait Saudi terkait apa yang sebenarnya dituduhkan kepada MRS.

“Dubes berharap hanya masalah overstay saja yang merupakan pelanggaran imigrasi.  Dubes sangat khawatir jika yang dituduhkan kepada MRS terkait
keamanan Kerajaan Arab Saudi, Jika ini yang dituduhkan maka lembaga yang akan menangani adalah lembaga super body
Saudi yang ada di bawah Raja yang dikenal dengan Riasah Amni ad-Daulah atau Presidency of State Security,” paparnya.

KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan selalu memberikan pendampingan kekonsuleran dan pengayoman kepada MRS dan seluruh WNI para ekspatriat Indonesia yang menghadapi masalah hukum berada di Arab Saudi. KBRI dan KJRI akan mewakafkan diri untuk pemihakan dan pelayanan kepada seluruh ekspatriat Indonesia di Arab Saudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here