Gus Mus Ingatkan Elit PBNU, Kantor NU Bukan Tempat Politik Praktis

0
41

ORANYENEWS- Pertemuan dan pernyataan PBNU terkait dengan calon wakil presiden Jokowi mendapat kritik dari mantan Rais Am PBNU KH Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus.

Tokoh kultural NU yang menolak dicalonkan kembali sebagai Rais Am PBNU itu mengingatkan elit-elit PBNU agar tidak bicara politik praktis di kantor PBNU.

“Para pengurus/pemimpin NU yang harus bersikap hati-hati dalam menyampaikan pernyataan-pernyataan; terutama bila berkaitan dengan politik praktis,” tulis Gus Mus dalam akun Twitternya @gusmusgusmu Kamis (9/8/2018).

“Dan sebaiknya tak usah bicara politik praktis di kantor NU. Bukan tempatnya,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah elite NU yang terdiri dari Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin, Ketum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan sejumlah tokoh lain, Rabu sore melakukan pertemuan di Kantor PBNU. Robikin pun menyebut tidak memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan calon di Pilpres jika cawapres bukan dari kader NU.

“Kalau cawapres nanti bukan dari kader NU, maka warga Nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskannya. Itu pesannya,” kata Ketua PBNU Robikin Emhas mengungkap isi pertemuan elite-elite NU di PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakpus, Rabu (8/8).

Robikin bicara harapan agar Jokowi mengambil kader NU sebagai cawapres. Mahfud Md, yang disebut-sebut menjadi cawapres terkuat, disebutnya bukanlah kader NU.

“Itu sudah dibicarakan berkali-kali tidak termasuk yang disebut,” kata Robikin menjawab pertanyaan apakah Mahfud Md termasuk tokoh yang diterima oleh PBNU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here