KH Syukron Makmun Klarifikasi Klaim Restui Warga NU Masuk PKS

0
45

ORANYENEWS- Beredar berita viral di media sosial bahwa KH Syukron Makmun merestui warga NU mendukung dan masuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Padahal faktanya tidak demikian. Seperti apa fakta sebenarnya.

Rabu 11 Juli 2018, sebuah website bernama faktakini.com membuat berita bertajuk “Sesepuh NU Kyai Syukron Makmun Restu Warga Nahdiyin Gabung ke PKS”. Berita yang menyandarkan sumber website pks.id yang memberitakan silaturahmi Ketua Dewan Syuro PKS Habib Salim Assegaf Aldjufri ke kediaman KH Syukron Makmun di lingkungan Pondok Pesantren Daarul Rahman, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa 10 Juli 2018.

Lalu seperti apa faktanya? Putra KH Syukron Makmun, KH Faiz Syukron Makmun mengungkapkan dalam silaturahmi tersebut tidak ada kalimat spesifik seperti itu yang disampaikan abahnya. Tidak menyebut dukungan kepada partai tertentu.

Demikian disampaikan pria yang akrab disapa Gus Faiz ini kepada Redaksi Oranyenews, Jumat 13 Juli 2018. Berikut klarifikasi resminya:

Salam.

Sebelumnya saya perlu jelaskan bahwa Pak Kyai dan Habib Salim Al-Jufri sudah saling kenal cukup lama, bahkan Habib Salim pernah mengajar Ilmu Faraidh di Pesantren kami.

Pak Kyai sangat menghormati Habib Salim dalam kapasitas keilmuan serta wawasan keislamannya.

Demikian juga dengan DR Hidayat Nur Wahid yang beberapa kali bersilaturrahmi ke Pesantren Daarul Rahman.

Kepada beliau-beliau Pak Kyai selalu menyampaikan hal yang sama, di antaranya adalah :

1. Soal dukungan dan restu.
Konteks pembicaraan beliau adalah bahwa santri-santri beliau ada yang berkiprah di bidang politik lintas partai.

Oleh karena itu beliau tidak melarang, bahkan merestui apabila santri beliau, alumni PP. Daarul Rahman memiliki peranan di partai politik, bersifat amanah serta memperjuangkan, menjaga dan melestarikan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. Ini tentu berlaku umum, tanpa menyebutkan dukungan khusus kepada partai tertentu.

2. Dalam konteks persatuan ummat.

Sebagai muballigh, guru dan pengasuh pesantren, beliau memimpikan terwujudnya wadah aspirasi ummat yang satu. Beliau berangan-angan kalau satu hari nanti PKB, PKS, PPP dan PAN bisa duduk bersama mencari titik temu, melebur menjadi satu kesatuan yang utuh dalam memperjuangkan aspirasi ummat.

Ini sebenarnya substansi yang disampaikan beliau kepada Habib Salim dan juga setiap pimpinan parpol yang bersilaturrahmi kepada beliau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here