Ini 3 Tanda TGB Bakal Jadi Cawapres Jokowi

0
276

ORANYENEWS- Tanda-tanda Gubernur NTB TGB Zainul Majdi sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 semakin menguat, setidaknya ada 3 tanda kuat yang mengarah ke sana. Lalu, apa saja tanda-tanda tersebut?

Mendadak Dukung Jokowi 2 Periode

TGB Zainul Majdi dikenal sebagai ketua tim pemenangan Prabowo-Hatt di NTB pada Pilpres 2014 kemarin. Walau mengaku tidak pernah bertemu Prabowo sekali pun saat itu, TGB berhasil menenangkan Prabowo di NTB hingga meraup 72,45 persen atay 1.844.178 suara. Jokowi saat itu hanya nwneroleh 27,54 persen atau 701.238 suara

Kemudian mendadak pada 4 Juli 2018, saat berkunjung ke salah satu media, TGB menyatakan dukungannya agar Jokowi melanjutkan tugasnya sebagai Presiden selama dua periode. Menurutnya dukungan berdasarkan kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat.

“Menurut saya sangat pantas dan fair kita beri kesempatan Presiden Jokowi untuk melanjutkan dua periode san menyelesaikan tugasnya selama empat tahun ini,” katanya.

Bertemu Luhut Binsar Pandjaitan

Selang beberapa hari dari pernyataan tersebut, gayung tampaknya bersambut. Bak seorang pacar yang tengah ‘ditembak’, Jokowi pun menerima dengan baik dengan mengutus Luhut Binsar Pandjaitan untuk menemui LBP.

Walaupun kepada media Luhut mengaku bahwa TGB curhat mengenai rencana sanksi dari Partai Demokrat, tapi tentu ada hal yang luar biasa di balik itu.

LBP memang menjabat sebagai Kemenko Maritim, namun seringkali dalam menyampaikan komunikasi politik, seringkali Jokowi ‘menggunakan’ Luhut Binsar Pandjaitan.

Di antaranya saat Jokowi menawarkan posisi wakil presiden kepada Prabowo Subianto, Luhut pun bertemu kolega militernya itu. Tapi, tawaran ditolak Prabowo.

Dikutip dalam Pidato Jokowi

Pertemuan antara Luhut dan TGB tampaknya berlangsung baik. Pasalnya, langsung beredar kabar bahwa Jokowi telah mengantongi nama cawapres, tinggal menunggu cuaca cerah untuk mengumumkannya.

Di tambah Ali Mochtar Ngabalin Staf Komunikasi Presiden, menyebut bahwa Presiden Jokowi akan memberi sinyal saat menghadiri acara di Sentul pada 10 Juli 2018 malam.

Lalu, malam itu dalam pidatonya Jokowi mengutip pernyataan Tuanku Guru Bajang, berikut kutipan yang dibacakan Jokowi.

“Karena aset bangsa Indonesia adalah persaudaraan, kerukunan, persatuan. Karena kita memang diberikan anugerah Allah SWT berbeda dan beragam, majemuk. Inilah yang dikaguni negara lain, terutama Islam. Karena betapa kita berbeda adat suku tradisi agama tapi Indonesia tetap rukun bersatu hidup berdampingan”.

Tampaknya, kode keras tadi malam dari Presiden Jokowi itu semakin menguatkan bahwa inilah pilihan Presiden Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here