TGB Dukung Jokowi, Novel Singgung Habib Rizieq 3 Kali Dipenjara di Era SBY

0
90

ORANYENEWS- Sikap Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang mendukung kepemimpinan Presiden Jokowi selama dua periode membuat marah kelompok yang selama ini menyanjung dirinya, dari PKS, FPI, hingga Alumni 212. Sikap pun beragam, dari ‘ancaman’, ‘hujatan’, hingga mengungkit masa lalu.

Jika PKS ‘mengancam’ bahwa umat akan mencatat sikap Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut, Alumni 212 juga mencoret nama TGB dari rekomendasi capres 2019. Tak sampai di situ, Novel Bamukmin, jubir 212 mengungkit kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat SBY yang telah memenjarakan Habib Rizieq sebanyak 3 kali.

Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin mengungkap bahwa pihaknya sebenarnya ‘terpaksa’ memasukkan nama TGB sebagai salah satu kandidat capres. Dia mengaitkan dengan PD.

“Demokrat catatannya sangat hitam. Khususnya karena kan di PA 212 ada FPI yang dari petinggi-petinggi ini duduk di jajaran PA 212. Tapi kan kami harus menghargai yang mengajukan nama TGB. Karena dia kan ulama. Walaupun kami bukan mendukung atau bagian dari yang mendukung itu. Kami hanya menampung. Masa nggak kami terima dalam rakornas. Walaupun sebenarnya banyak daripada kita keberatan. Karena kan latar belakangnya didukung partai demokrat yang sangat kami sayangkan,” kata Novel.

Novel mengungkit hukuman penjara bagi Habib Rizieq di masa lalu. Dia menegaskan FPI memang tak punya hubungan baik dengan PD.

“Karena demokrat ini mulai dari 2004 sampai 2014 buat kami punya jejak hitam. Karena bagaimanapun guru kami HRS kasus penjara sampai tiga kali. Itu yang paling kentara bahwa di dalam partainya mendukung aliran sesat Ahmadiyah yang telah difatwakan oleh MUI sampai dua kali. Itu sangat fatal kan. Akhirnya menimbulkan bentrok, akhirnya HRS masuk penjara. Jadi kami memang nggak pernah punya hubungan baik dengan Demokrat ini,” ujarnya.

Karena TGB mendukung Jokowi, maka namanya akan dicoret dari daftar rekomendasi capres PA 212. Bagi PA 212, Novel menambahkan, adalah harga mati menolak Jokowi jadi presiden lagi.

“Bagi itu harga mati untuk tidak mendukung Jokowi,” tegas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here