Bawaslu Harus Investigasi Pemaksaan Pilihan Pilkada di SDIT Daarunnajat Maza Bekasi

0
77

ORANYENEWS- Dipecatnya seorang guru SDIT Daarunnajat Maza di Jatiasih, Bekasi, bernama Rabiatul Adawiyah membuka kecurigan adanya pemaksaan pilihan calon Pilkada di sekolah tersebut, Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu didesak turun tangan melakukan investigasi.

Desakan disampaikan Direktur Bhinneka Institute Ridwan Darmawan, Jumat 29 Juni 2018. “Patut dicurigai guru dan staf di sekolah tersebut dipaksa memilih calon tertentu,” tegas Ridwan.

Pecat Guru karena Pilih Ridwan Kamil, Pimpinan Yayasan Harus Ditindak Hukum

Dia mengatakan terungkapnya kasus pemecatan Rabiatul Adawiyah tidak bisa berhenti pada permintaan maaf. Jika benar ada pemaksaan pillihan di Pilkada Serentak 2018, sudah termasuk tindakan kriminalitas pelanggaran pemilu.

“Tidak bisa dianggap sederhana, bisa jadi ini upaya terstruktur, sistematis, dan massif dalam memenangkan salah satu calon dengan memanfaatkan lembaga atau institusi pendidikan,” terangnya.

Pendukung Dipecat dari Guru, Ridwan Kamil: Saya Bantu Carikan Pekerjaan

Dia melanjutkan, jika di dalam sekolah tersebut terdapat 50 guru dan staf saja, bisa dikalkulasi jika ternyata itu diterapkan di semua sekolah jaringan salah satu calon di Jawa Barat. “Jika ada 50 guru dan staf dari tingkat SD hingga SMA yang diperkirakan 10 ribu sekolah di Jawa Barat, maka di sana ada 500 ribu suara. Ini harus menjadi perhatian serius Bawaslu,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here