Pecat Guru karena Pilih Ridwan Kamil, Pimpinan Yayasan Harus Ditindak Hukum

0
199
Fahrudin (koko abu-abu) menyalami suami Robiatul Adawiyah, yang dipecat SDIT Daarunnajat Maza.

ORANYENEWS- Peristiwa seorang guru SDIT Daarunnajat Maza dipecat hanya karena memilih Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum menjadi perhatian banyak pihak. Direktur Bhinneka Institute Ridwan Darmawan menilai bahwa tindakan yayasan tersebut kelewat batas dan mencederai demokrasi.

“Harua ada upaya hukum dan tindakan hukum bagi para petinggi sekolah tersebut,” kata Ridwan Darmawan, Jumat 29 Juni 2018.

Baca juga: Pilih Ridwan Kamil, Guru SDIT di Bekasi Dipecat

Pasalnya, lanjut Ridwan, tindakan yang menghakimi seseorang karena berdasarkan pilihan politik tidak dapat dibiarkan. “Pilihan politik seseorang adalah hak asasi manusia yang dilindungi oleh konstitusi sebagai hukum tertinggi di negara ini,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Ridwan juga mengungkapkan bahwa guru yang menjadi korban pemecetan juga memiliki mekanisme hukum yang bisa ditempuh.

“Sebagai seorang guru, tentu punya organisasi profesi yang menaunginya seperti PGRI. Tentu akan ada pembelaan dari wadah organisasinya, yang bersangkutan bisa melaporkannya. Ada ranah kode etik bagi anggotanya,” jelasnya.

Diketahui, seorang guru di SDIT Daarunnajat Maza dipecat melalui grup whatsapp hanya karena dirinya memiliki pilihan yang berbeda pilihan dengan pimpinan Yayasan saat Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat dan Kota Bekasi.

Peristiwa tidak mengenakkan tersebut kemudian diposting suaminya di akun facebook-nya sembari memposting percakapan yang berujung pemecatan di grup whatsapp sekolah di sosial media.

Jumat pagi 29 Juni, perwakilan pimpinan yayasan mendatangi rumah korban di Bekasi untuk meminta maaf atas perbuatan salah seorang pengurus yayasan mereka.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here