Tuding Mark Up LRT Palembang, Ternyata Prabowo Dibisiki Anies Baswedan

0
240

ORANYENEWS- Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra mengundang kontroversi dengan menuding serius adanya mark up di dalam proyek LRT Palembang. Data Prabowo pun dipertanyakan, dan ternyata data tersebut dia dapatkan dari bisikan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

Bisikan Anies Baswedan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan di acara silaturahmi kader di Hotel Grand Rajawali, Palembang, Kamis 21 Juni 2028.

Baca Juga: Prabowo Tuding Ada Mark Up di LRT Palembang

Ini pernyataan Prabowo dalam sambutan tersebut:

“Saya bisa buktikan. Kenapa mereka takut dengan saya? Karena saya paham kebocoran-kebocoran itu. Saya mengerti di mana Anda mencuri. Kalau mereka bisa nutup kebocoran itu, saudara-saudara, dalam waktu cepat, Indonesia bangkit, karena sama, kalau manusia hilang darah, di ujungnya kolaps. Tadi dalam perjalanan di airport, wah ada LRT, kereta api. Ingat, kita tahu, tidak jelas bermanfaatnya untuk siapa.

Saya tanya harganya berapa proyeknya. Rp 12,5 triliun. Luar biasa. Rp 12,5 triliun untuk sepanjang 24 km. Saya diberi tahu oleh Gubernur DKI yang sekarang, saudara Anies Baswedan, dia menyampaikan kepada saya: Pak Prabowo, indeks termahal LRT di dunia 1 km adalah 8 juta dolar.

Kalau ini, Rp 12 triliun untuk 24 km, berarti 1 km 40 juta dolar. Bayangkan. Di dunia 1 km 8 juta dolar, di Indonesia, 1 km 40 juta dolar. Jadi saya bertanya kepada saudara-saudara, markup, penggelembungannya berapa? 500 persen.

Ini bangsa ini pintar atau bodoh.

Saudara-saudara sekalian. 500 persen, mencurinya 400 persen. 8 Juta dolar di luar negeri sudah untung, kalau tidak untung mereka tidak kerja kalau hitungan saya ini di sana untung minimal 20-30 persen. Ini betapa, 500 persen. Bayangkan 400 persen, aduh. 40 juta dolar, 1 km jadi 32 juta dolar yang hangus. Berapa rupiah itu? Rp 400 miliar. Bisa bangun berapa RS? Berapa puskesmas, berapa ribu hektare. Ini di Palembang, bagaimana di Bogor? bagaimana di Jakarta, di provinsi lain?

Data Prabowo Dibantah

Kepala Proyek LRT Palembang Mashudi Jauhar enggan berkomentar lantaran menurutnya biaya pembangunan LRT yang hanya US$ 8 juta/km tak jelas sumber datanya.

“Ya, apa yang mau ditanggapi? Wong datanya juga nggak dijelaskan dari mana? Dan apa bisa disamakan dengan Palembang yang dimaksudkan?” tutur dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menilai statemen Prabowo mengenai biaya pembangunan LRT di Palembang di-mark up merupakan statemen tanpa data.

“Itu enggak benar. Sebaiknya sebagai orang yang pandai harus meneliti dulu masukan dari timnya, karena angka dugaan itu bukan angka yang benar,” kata Menhub.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here