Tudingan Prabowo Blunder, Data Mark Up LRT Palembang Dipertanyakan

0
107
Prabowo Subianto Indonesia bubar 2030
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat berpidato menyebut bahwa Indonesia akan bubar di tahun 2030. (foto: facebook)

ORANYENEWS- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diduga kembali membuat blunder dalam pernyataannya. Kali ini, dia menuding telah terjadi mark up dalam pembangunan LRT Palembang. Namun, data yang dia sebutkan tidak lengkap, dipertanyakan, dan cenderung hoax.

Tudingan tersebut disampaikan Prabowo Subianto dalam pidato politiknya dalam silaturahmi kader di Hotel Grand Rajawali, Palembang, Kamis 21 Juni 2018.

Prabowo mengaku memeroleh data bahwa biaya pembangunan untuk LRT di dunia hanya berkisar US$ 8 juta/km. Sementara proyek LRT di Palembang, yang panjang lintasannya 24,5 km, menelan biayanya hampir Rp12,5 triliun atau dengan kata lain biayanya USD40 juta/km. Artinya ada mark up USD 32 juta per km.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun menanggapi tudingan serius tersebut. Dia menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan statemen tanpa data.

“Itu enggak benar. Sebaiknya sebagai orang yang pandai harus meneliti dulu masukan dari timnya, karena angka dugaan itu bukan angka yang benar,” kata Menhub

Menhub juga menyinggung mengenai kredibilitas data yang dilontarkan pimpinan Gerindra lainnya seperti Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman yang berkomentar tanpa data, perihal jalur mudik melalui Merak – Bakauheni yang disebutnya ‘mudik neraka’. Padahal, Habiburakhman mudik menggunakan pesawat dan sama sekali tidak melalui Merak-Bakauheni.

“Dan juga sudah terbukti kader beliau bicara tentang keadaan Merak ternyata salah dan yang bersangkutan (Habiburrahman) malah mudik pake pesawat udara,” kata dia.

Sumber Data Prabowo Dipertanyakan

Mashudi Jauhar,Kepala Proyek LRT Palembang ikut menanyakan sumber data Prabowo.

“Ya, apa yang mau ditanggapi? Wong datanya juga nggak dijelaskan dari mana? Dan apa bisa disamakan dengan Palembang yang dimaksudkan?” kata Mashudi.

Bahkan dia mengaku penasaran, di mana ada LRT di dunia yang biaya pembangunannya hanya US$ 8 juta/km atau Rp 112 miliar/km (kurs Rp 14.000/US$).

“Kalau boleh tahu di mana? Kayaknya perlu ditanyakan itu. Kalau di ASEAN, (konstruksi LRT) sudah di atas atau elevated. Jadi harusnya pasti akan jauh lebih tinggi biayanya,” sebut dia.

Mashudi pun membandingkan biaya pembangunan LRT di Palembang dengan biaya pembangunan LRT di negara tetangga seperti di Malaysia dan Filipina

“Di Malaysia, (rute) Kelana Jaya-Ampang 7,2 miliar Yen/km (USD65,52 juta/km). Manila, LRT Fase 1 extension, 8,2 miliar Yen/km (USD 74,6 juta/km),” ungkapnya dia.

Sebelumnya, Prabowo juga pernah mengungkapkan ramalan bahwa Indonesia bubar pada 2030. Saat dikejar datanya, ternyata data tersebut diambil dari sebuah Novel berjudul Ghost Fleet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here