Jokowi Kalah Tipis di Banten, Ternyata Ini 2 Faktor Penyebabnya

0
50
Presiden Jokowi Saat mengunjungi Papua. (foto: Setkab.go.id).

ORANYENEWS- Presiden Jokowi mengalami kekalahan di Provinsi Banten dalam survei yang dilakukan Charta Politica. Prabowo memeroleh 28,5 persen, sedangkan Jokowi memeroleh 26,9 persen atau selisih 1,6 persen.

Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika mengatakan lembaganya melakukan survei pada 800 responden tanggal 23-29 Mei 2018, melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Hasilnya, saat responden di Banten diberikan pertanyaan terbuka mengenai siapa sosok yang akan dipilih sebagai presiden jika pemilu dilakukan saat ini.

Responden sebanyao 28,5 persen memilih Prabowo dan Jokowi dipilih 26,9 persen responden.

Tak hanya dua nama tersebut, nama lain juga muncul sebagai sosok yang dianggap pantas menjadi calon presiden, yakni mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan, dan Hary Tanoesoedibjo. Namun, persentasenya tidak lebih dari 2 persen, sangat kecil.

Lalu saat responden diberikan pertanyaan terbuka, tanpa memberikan nama-nama yang boleh dipilih kepada responden, nomor 1 ada di Pak Prabowo.

Elektabilitas Prabowo juga masih menggungguli Presiden Jokowi secara head to head. Sebanyak 44,1 persen responden memilih Prabowo dan hanya 36,9 persen yang memilih Jokowi.

Menurut Yunarto rendahnya elektabilitas Presiden Jokowi berkorelasi dengan rendahnya tingkat kepuasaan masyarakat Banten terhadap kinerja pemerintah.

Hasil survei menunjukkan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah hanya berada di angka 57 persen.

Menurut Yunarto, seorang petahana akan sulit untuk terpilih kembali pada pemilu berikutnya, jika tingkat kepuasan publik tidak mencapai 70 persen.

“Bagaimana peluang incumbent? Kalau stabil berada di atas 70 persen, incumbent pasti menang,” ucapnya.

Di sisi lain, tingginya elektabilitas Prabowo berpengaruh pada tingginya elektabilitas Partai Gerindra.

Sebanyak 20,6 persen responden memilih Partai Gerindra jika pemilu legislatif diadakan saat ini.

Sedangkan Partai Golkar menempat posisi kedua dengan 15 persen dan PDI-P di posisi ketiga dengan 14,4 persen.

“Gerindra ada di peringkat pertama, ini disebabkan karena elektabilitas Prabowo unggul. Sementara eleltabilitas Golkar juga tinggi karena faktor dinasti politik,” kata Yunarto.

Pengumpulan data survei Charta Politika dilakukan pada 23 hingga 29 Mei 2018 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Diketahui, hasil Pilpres 2014 Jokowi-JK hanya memeroleh 42,90 persen, kalah dari Prabowo-Hatta yang memeroleh 57,10 persen atau selisih 14,2 persen.

Sedangkan Pileg 2014 di Banten, PDI Perjuangan menjadi partai pemenang di Banten dengan 989 ribu suara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here