Yusril Ungkap Siapa yang Loloskan PBB Jadi Peserta Pemilu

0
165

ORANYENEWS- Partai Bulan Bintang (PBB) awalnya diputuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak lolos ikut pemilu, tapi kemudian kemudian saat mengajukan gugatan ke Bawaslu, PBB berhasil lolos. Ternyata ada ‘man behind the scene’, Yusril pun mengungkap siapa yang ‘membantu’ meloloskan Partai Bulan Bintang (PBB).

Cerita di balik layar ini diungkapkan Yusril Ihza Mahendra saat Mukernas PBB di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (4/5/2018) malam.

“Suatu hari sebelum diambil keputusan (Bawaslu), timbul ide, ‘Ayo kita sowan ke Ketua Umum PBNU.’ Saya bilang Pak Aqil ini ulama yang kasyaf, bisa melihat sesuatu yang tidak nampak. Lalu Kiai Said Aqil ini adalah orang yang makbul doanya,” tutur Yusril.

Kemudian saat dirinya sowan, Yusril dan rekan-rekan ditanya Kyai Said, mengenai PBB yang saat itu belum dipastikan lolos menjadi peserta Pemilu 2009. Padahal partai-partai baru banyak yang lolos. Menurutnya PBB bukan partai yang harus disingkirkan.

“PBB itu partai moderat, bukan partai radikal. Banyak lho orang-orang NU yang bergabung ke PBB. Malah saya yang menyarankan. PBB ini mesti lolos, harus diloloskan,” kata Yusril meniru ucapan Kyai Said saat sowan bbeberapa waktu lalu.

Kemudian, Kyai Said menelpon Bawaslu. Singkatnya Bawaslu menggelar sidang ajudikasi terkati gugatan PBB terhadap KPU, 4 Maret 2018 lampau. Saat itu, Bawaslu memutuskan PBB menjadi peserta Pemilu 2019.

“Pak Aqil menelpon Ketua Bawaslu, minta PBB diloloskan. Dan besoknya Alhamdulillah, PBB diloloskan oleh Bawaslu,” katanya.

Di hadapan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj yang hadir dalam acara tersebut, Yusril mengatakan Kyai Said bukan Kiai sembarangan. Menurut Yusril, Kyai Said, memiliki mata batin yang tajam sehingga mampu melihat perkara-perkara yang tersembunyi, perkara-perkara yang luput dari sorotan publik.

Setelah lolos, lanjutnya, banyak orany yang tertarik bergabung dengan PBB. Yusril pun menegaskan bahwa PBB adalah partai terbuka dengan semua golongan, kecuali golongan penista agama, golongan Partai Komunis Indonesia (PKI), dan golongan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT). Yusril menegaskan PBB adalah partai Islam namun bukan partai radikal.

“Selamanya PBB Insyaallah akan menjadi partai yang ummatan wasatan (kaum moderat/sentris), tidak ekstrem kanan, tidak ekstrem kiri, tidak barat dan tidak timur, tapi kita Islam,” kata Yusril.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here