Terinspirasi Film, Mustofa Kembangkan Teori Konspirasi Gelang Kode

0
79

ORANYENEWS- Peristiwa persekusi terhadap seorang wanita dan anak saat Car Free Day di Bundaran HI akhir pekan lalu, menyeret nama mantan caleg PKS Mustafa Nahrawardaya. Pria yang berada di belakang saat terjadinya persekusi itu kini mengembangkan sebuah teori konspirasi gelang kode, untuk meyakinkan bahwa ada konspirasi dalam peristiwa itu.

Mustofa awalnya memeriksa secara detail rekaman video intimidasi yang dirinya ada di dalamnya tersebut. Dia mengaku melakukan itu, terinspirasi dari film Deja Vu (2006) yang dibintangi actor ternama Denzel Washington. Dia mengaku suka dengan film tersebut.

Dalam kisahnya, Deja Vu menceritakan upaya seorang agen khusus Douglas Carlin yang diperankan Denzel Washington dalam upaya mencegah serang teror di New Orleans, Amerika Serikat.

Kata Mustofa, pencegahan di dalam film tersebut dilakukan salah satunya dengan meneliti secara cermat rekaman-rekaman video. Mencermati dan setiap detik adegan demi adegan yang terdapat di dalam video rekaman yang dipegangnya.

Mustafa pun menerapkan pola tersebut pada video yang dibuat Jakartanicus, dengan memutarnya berulang-ulang. Mencermati detik demi detik adegan di dalamnya.

Meniru adegan di film Deja Vu, Mustofa memeriksa video rekaman intimidasi CFD secara cermat. Membolak balik alur setiap adegan hanya demi mengetahui secara detail apa yang ditangkap oleh video tersebut. Dia pun mengaku menggunakan aplikasi khusus di laptop.

Dia pun mengaku upayanya mencontoh film Déjà vu itu tidak sia-sia, dia menemukan beberapa kejanggalan. Di antara kejanggalan yang dia temukan adalah, adanya sejumlah orang di kedua kubu, yaitu kelompok #2019GantiPresiden dan kelompok #DiaSibukKerja, menggunakan gelang cokelat.

Mustofa kemudian mengembangkan teori konspirasi bahwa mereka, baik yang mengintimidasi dan korban intimidasi sama-sama mengenakan gelang cokelat.
Kata dia, sekelompok anak-anak yang memakai kaus #DiaSibukKerja juga disebut Mustofa mengenakan gelang cokelat. Dugaannya gelang cokelat itu sebuah kode khusus untuk sebuah operasi intelijen. Tapi, dia tidak menyebut operasi intelejen mana.”Kan, intelijen banyak ada yang asing ada yang di sini. Banyak, lah,” kata dia.

Berkat ‘teori konspirasi’ yang ditemukan Mustofa ini, netizen menjadi ramai membuat hastag #gelangcokelat. Entah, siapa yang meramaikannya.

Walau begitu, Mustofa mengaku tidak mau melaporkan teori konspirasi yang ditemukannya itu ke pihak kepolisian. Pasalnya, dia mengaku melakukan itu hanya untuk iseng saja. “Saya hanya iseng-iseng aja. Buat apa dilaporin,” ujar Mustofa.

Gelang Susi Ferawati Berasal di Madinah

Susi Ferawati yang mengenakan gelang cokelat itu merasa heran dan mempertanyakan logika dari teori konspirasi yang dikembangkan Mustafa di atas, apalagi dengan menghubungkannya dengan operasi intelejen.

“Aneh enggak, sih. Laki-laki mempermasalahkan saya pakai gelang. Mau gelang saya kotak-koyak, kek, segitiga, mau emas mau perak. Namanya gelang, kan, aksesoris. Apa sih maknanya,” ujar Susi.

Susi mengaku bahwa gelang miliknya itu adalah pemberian seorang pemilik toko di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, saat dia menunaikan ibadah umrah belum lama ini.

“(Dipakai) maksudnya untuk ingat Nabawi, ingat ibadah di Mekkah, ingat umrah. Saya umrah 21 Maret. Ada foto-fotonya,” kata Susi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here