“Mega Itu Ibu Kami, Bukan Sekedar Ketua Umum”

0
299
Megawati dan Sekjen PDIP Hasto Kristatianto

ORANYENEWS- Kader PDI Perjuangan marah saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri diberitakan secara tidak sesuai fakta dan cenderung melakukan character assasination atau pembunuhan karakter.

Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul mengungkapkan bahwa Megawati bukan sekadar Ketua Umum di partai berlambang banteng moncong putih itu. Dia menegaskan bahwa Mega sudah seperti seorang ibu di partai.

“Kami ada ikatan emosional dengan Ibu Ketua Umum, itu ibu kita. Itu ibu kami. Kalau ibu kami itu dihina dan dilecehkan, kira-kira apa yang terjadi pada kau?” katanya.

Bambang sangat menyesalkan dan menilai berita itu tak berimbang karena tanpa penjelasan yang komprehensif.

“Wah parah. Goyang-goyang kaki dapat Rp 112 juta, memang Megawati Soekarnoputri terima duit? Tanya dulu dong! Sampai hari ini sepeser pun nggak terima. Kalau toh seperti itu pun itu diceritakan. Gaji Rp 5 juta, ini ini, kebijakan presiden setelah dengan menteri,” ucap Pacul.

“Kalau pemberitaan kayak gitu kan (Radar Bogor) menyusahkan kami. Megawati Soekarnoputri bukan sekadar ketum bagi kami, dia adalah ibu kami. Jangan sampai itu terjadi di Jawa Tengah, rata itu tanah, kantornya,” tegas dia.

Tindakan Spontan

Ketua DPC PDIP Kota Bogor Dadang Danubrata mengatakan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan instruksi apa-apa kepada kadernya. Menurutnya yang terjadi hanya kesadaran kader. “Tidak ada pengondisian, tapi spontan,” katanya

Sejumlah kader PDIP mendatangi kantor berita harian Radar Bogor di Jalan Raya Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (30/5). Mereka protes dengan pemberitaan soal gaji Megawati selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan judul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta’.

Dadang mengaku sebelum aksi penggerudukan itu, Dadang menyatakan sebenarnya sudah meminta penjelasan kepada Pimpinan Redaksi Radar Bogor, Tegar Bagdja. PDIP merasa berita tersebut merugikan Megawati.

“Kami nilai tidak fair. Judulnya sangat tendensius. Gambar dibandingkan dengan presiden, wapres sampai wali kota, dengan keterangan tidak adil, kalau Bu Mega penghasilan, yang lain gaji pokok jadi jomplang,” kata Dadang.

“Padahal di berita mereka jelas-jelas menjelaskan menurut Menkeu gaji pokok Bu Mega hanya Rp 5 juta. Artinya lebih kecil dari wali kota. Mereka (Radar Bogor) mengakui ke saya, ada kesalahan. Mereka hari ini menganulir. Bu Mega juga tidak mengambil gaji itu,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here