Sekber Gerindra-PKS-PAN Tidak Solid

0
212
Prabowo Subianto

ORANYENEWS- Pendirian Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra-PKS-PAN ternyata tidak solid. PAN dan PKS
ternyata tidak setuju dan menyatakan protes terhadap klaim nama partai mereka dan kepengurusan di dalamnya.

Polemik bermula dari pengumuman soal pelantikan kepengurusan tingkat pusat Sekber yang disampaikan anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (28/5/2018).

Andre yang mengaku ditunjuk sebagai juru bicara Sekber menyebutkan bahwa Sekber 3 Partai ini dipimpin Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik sebagai ketum Sekber, politikus PKS M Idrus didapuk sekjen.

Andre mengatakan pengurus Sekber ini berasal dari 3 partai. Dia mengklaim Partai-partai sudah mengirimkan namanya.

Akan tetapi, protes pun bermunculan, dimulai dari PAN. Wasekjen PAN Faldo Maldini menyampaikan protes dan menepis pernyataan anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade soal Sekber Gerindra-PKS-PAN.

Menurutnya PAN belum ada sikap resmi bergabung ke mana-mana. Dia berhara Andre Rosiade tidak gampang main klaim. Faldo mengatakan kader PAN tengah fokus merapatkan barisan untuk menjaring pikiran rakyat, untuk diperjuangkan, dibanding main sekber-sekberan. Pilpres itu pasti lima tahunan, PAN katanya akan memutuskan pada waktunya.

Merespons pernyataan Faldo, Andre mengatakan Sekjen PAN Eddy Soeparno sudah mengetahui soal kepengurusan Sekber tersebut.

Menurutnya, masuknya PAN ke Sekber berdasarkan komunikasi Bang Sandi (Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno) dan Bang Taufik (Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik) dengan Mas Eddy Soeparno (Sekjen PAN).

“Bang Taufik memberikan info kepada saya bahwa Mas Eddy Soeparno sudah setuju bergabung dengan Sekber. Makanya logo PAN dipasang di Sekber meski sikap resmi PAN baru akan ditentukan dalam Rakernas Juni ini,” imbuhnya.

Akan tetapi, Eddy Soeparno merasa kaget partainya dimasukkan ke Sekber. Eddy menegaskan PAN belum mengambil sikap terkait koalisi Pilpres 2019.

“Ya, kita sesungguhnya juga kaget mendengar adanya pernyataan tersebut. Karena pertama, kita sebagai partai belum menentukan arah dan sikap politik kita untuk Pilpres 2019,” ujar Eddy di tempat terpisah.

Tak hanya PAN, PKS juga mempertanyakan pembentukan pengurus Sekber. Direktur Pencapresan Tim Pemenangan Pemilu (TPP) Pusat PKS Suhud Alynudin mengatakan kepengurusan Sekber yang dipimpin oleh M Taufik itu bukanlah susunan pengurus sekber resmi koalisi.

Dikatakan Suhud, sejauh ini PKS belum sampai memutuskan susunan pengurus sekber karena belum ada keputusan final terkait pasangan capres-cawapres yang diusung PKS-Gerindra. Suhud menegaskan susunan pengurus Sekber PKS-Gerindra secara resmi baru akan dibentuk dan dibicarakan dengan semua partai koalisi jika sudah ada kesepakatan capres-cawapres definitif untuk Pilpres 2019.

“Kami tidak ingin mendahului takdir, mengingat masih terbuka peluang perubahan konstelasi politik hingga pendaftaran capres-cawapres hingga bulan Agustus mendatang,” ujar Suhud dalam rilisnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here