Hampir 24 Jam, Bripka Iwan Sarjana Masih Disandera Napi Teroris Rutan Brimob

0
161

ORANYENEWS- Peristiwa dramatis di Rutan Mako Brimob hampir berlangsung 24 jam, sejak peristiwa tersebut terjadi pukul 21.30 WIB, Selasa 4 Mei 2018. Sejak peristiwa itu terjadi, terdapat 6 orang meninggal dunia, dan seorang anggota Densus 88 Bripka Iwan Sarjana yang disandera narapidana.

Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Setya Wasisto membenarkan adanya penyanderaan tersebut saat Jumpa Pers di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu 9 Mei 2018.

Hingga saat ini masih berlangsung negosiasi antara tim Polri sebanyak 4 orang dengan pihak penyandera narapidana teroris di Blok C, Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dia berharap pihaknya dapat melakukan negosiasi dengan pihak penyandera, pasalnya mereka mengajukan tuntutan kepada pihak kepolisian, yang tidak bisa diungkapkan apa saja isi tuntutannya.

Setyo mengimbau warga masyarakat agar tidak gelisah ataupun takut, karena dia mengaku bahwa situasi di lapangan sudah dapat dikendalikan.

Bermula dari Makanan
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa peristiwa keributan hingga penyanderaan yang terjadi di Rutan Mako Brimob disebabkan adanya protes dari salah satu tahanan bernama Wawan Kurniawan alias Abu Afif, terkait dengan makanan yang dikirimkan keluarga narapidana teroris. Saat dijawab bahwa makanan tersebut masih berada di anggota polisi lain yang tidak ada di lokasi, napi teroris tersebut tidak terima dan memprovokasi tahanan lainnya di Blok C untuk melakukan perlawanan.

Akhirnya, mereka menyatukan diri, menjebol pintu teralis dan tembok tahanan, hingga mereka dapat berhamburan keluar tahanan hingga ke ruangan penyidikan.

Sejumlah penyidik yang tengah melakukan interogasi menjadi korban amukan mereka, kabarnya sejumlah senjata diambil dan dikuasai napi teroris, sehingga terjadi baku tembak antara narapidana dan kepolisian.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 6 orang tewas:
1. Iptu Yudi Rospuji Siswanto
2. Aipda Denny Setiadi
3. Brigpol Fandy Setyo Nugroho
4. Briptu Syukron Fadhli
5. Briptu Wahyu Catur Pamungkas
6. Benny Syamsu Tresno (narapidana teroris)

Sedangkan, salah satu anggota polisi lain yang masih disandera adalah Bripka Iwan Sarjana. Irjen Polisi Setya Wasisto mengatakan, saat ini polisi masih melakukan negosiasi agar tidak terjadi lagi korban yang jatuh baik dari pihak kepolisian dan narapidana terorisme.

Dalam kesempatan itu, Setyo juga membantah jika peristiwa yang terjadi di Rutan Brimob ada kaitannya dengan gerakan teroris dunia ISIS. Dia berharap masyarakat tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan kabar-kabar di media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here