Anak Muda NU dan PGMI Kecewa, Tuntut Arteria Dahlan Minta Maaf

arteria dahlan
Arteria Dahlan (foto : ist)

ORANYENEWS- Pernyataan anggota DPR Komisi III Arteria Dahlan yang menyebut Kementerian Agama “bangsat semua” membuat berang banyak pihak. Setelah PNS Muda Kemenag, Anak Muda NU dan PGMI Tangsel juga ikut kecewa dengan pernyataan tersebut.

Anak Muda NU menilai pernyataan tersebut tidak hanya melukai jajaran pegawai di kementerian tersebut, tetapi juga melukai anak muda NU, organisasi yang dulunya mendorong kementerian tersebut terbentuk.

Perwakilan Anak Muda NU Yunus Hasyim menilai sepatutnya anggota DPR sebagai orang yang berpendidikan, tidak mengatakan mengatakan hal tersebut. Pasalnya, anggota DPR adalah wakil rakyat yang dilihat dan ditiru tindak-tanduknya oleh masyarakat luas.
Apalagi dengan menyebut kata-kata “Bangsat” kepada seluruh jajaran kementerian agama.

Menurut pria yang juga PNS di Kementerian Agama tersebut, kata-kata tersebut sangat tidak mencerminkan keadaban seorang anggota DPR. “Kata-kata tersebut sangatlah tidak berada,” kata cucu dari pendiri NU dan Panglima Laskar Sabilillah KH Masykur ini.

Sebagai cucu dari pendiri NU, pria yang akrab disapa Gus Yunus ini mengaku tidak rela jika institusi yang didirikan oleh para alim ulama&pendiri bangsa tersebut disebut dengan kata-kata yang tidak beradab.

Sebab itu, dia mendesak agar anggota DPR dari PDI Perjuangan tersebut meminta maaf atas ucapannya yang kasar dan tidak memiliki etika tersebut. “Hukumnya wajib minta maaf, jika tidak maka kami tidak ikhlas dan akan bergerak,” tegasnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) untuk Wilayah Tangerang Selatan. Mereka menilai pernyataan tersebut sangat tidak pantas dilakukan seorang anggota DPR yang sangat dihormati masyarakat.

“Pernyataan tersebut menunjukkan kebobrokan ahlak seorang anggota DPR,” kata Ketua PGMI Tangsel Ahmd Ghazali.

Sebagai seorang pendidik, dia mengaku malu dengan apa ucapan yang disampaikan anggota DPR. “Seharusnya anggota DPR menjadi contoh bagi masyarakat, utamanya di dunia pendidikan,” katanya.
Dia khawatir, jika apa yang dilakukan anggota DPR saat ini dicontoh secara bulat oleh anak-anak didiknya. Yang mengakibatkan, etika dan ahlak rakyat Indonesia juga menjadi rusak.
Maka dari itu, sebagai anggota dewan sudah sepatutnya mencontohkan ahlak yang baik,bukan yang buruk. “Sebaiknya anggota dewan minta maaf, agar suasana mereda dan masyarakat paham bahwa ucapan tersebut salah,” katanya.
Dalam agama juga diajarkan jika ingin menyampaikan kebaikan lewat kritik juga harus disampaikan dengan baik, bukan dengan cara yang buruk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here