Kunjungi Sentra UMKM Mojokerto, Khofifah Siapkan Jatim Berdaya untuk Usaha Rumahan

1
154
Khofifah saat blusukan ke pasar. (foto: tim)

ORANYENEWS- Calon Gubernur Jawa Timur nomor 1, Khofifah Indar Parawansa bertekad membangun ekonomi Jawa Timur dengan basis kerakyatan. Hal tersebut demi mendorong majunya ekonomi sektor ril, sehingga berdampak langsung terhadap masyarakat.

Demi mewujudkan hal tersebut Khofifah mengunjungi sejumlah sentra kerajinan dan pangan tradisional di Mojokerto, Senin (12/3/2018). Usaha rumahan tersebut dikelola langsung oleh masyarakat sekitar.

Kunjungan petama, Khofifah mengungjungi sentra pembuatan cetakan kue berbasis alumunium. Saat dikunjungi, pengelola usaha, Rosita mengeluhkan soal sumber material untuk pembuatan cetakan.

Diketahui, sumber material diambil dari alumunium batangan yang disebut hanya ada di wilayah Jombang. Meski kerap mendapat pesanan dari luar Jatim, Rosita mengeluhkan pasar yang masih belum bisa diprediksi.

“Kesulitan kita bahan baku, biasanya kadang kalau demandnya banyak dan supplynya sedikit itu jadi masalah. Belum lagi karyawan yang kalau tiba-tiba enggak masuk,” keluh Rosita.

Usaha rumahan yang dibangun sejak 1945 ini, diakui Rosita, masih meraba pasar untuk penyaluran barang. Dalam satu bulan, Rosita mengakui bisa memproduksi sekitar seribu keping cetakan.

“Kalau penjualan, daerah Jawa Timur. Luarnya, ke Jakarta, ada juga pernah pesanan dari orang Indonesia yang di KBRI. Tapi itu, kita perlu nemuin siapa pasarnya, supaya lebih efektif,” ucapnya.

Senada dengan Rosita, Pengusaha Rambak Sampiono mengeluhkan bahan baku awal yang terkadang sulit. Plus perizinan yang terkadang masih terhambat oleh regulasi pemerintah.

“Per minggu sektar 1,5 ton, seminggu dua kali kirim. Dikirim ke Surabaya, Kediri. Dikirim ke Pekan Baru, Kalimantan Selatan tapi kendalanya di biaya distribusi,” tutur Sampiono.

“Kulit sapi jugakita kadang sulit kalau lagi banyak. Pemerintah juga kana ada pembatasan enggak boleh sapi impor,” lanjutnya

Diketahui, usaha yang dirintis bersama warga Kauman, Bangsal ini berjalan sejak tahun 2002. Usaha dibentuk dengan Paguyuban Sami Rukun, Mojokerto.

Sementara itu, Khofifah menyambut keluhan dengan bantuan untuk pelaku usaha. Pasangan yang didukung PAN, Demokrat, Golkar, Hanura dan PPP ini menyediakan program khusus untuk memberdayakan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

“Ketika demand-nya tinggi supply-nya kurang pasti akan berpengaruh. Marketnya sangat luas. Oleh karena itu bagaimana supply raw material cetak kue ini bisa dimediasi pemerintah terutama paling tidak memberi informasi di sini dan di sini dapat raw material supaya proses pencetakan yang berjalan dari 1945 ini bisa dikembangkan,” jelas Khofifah.

 

Program pemberdayaan usaha kecil dan menegah itu termaktub dalam Nawa Bhakti Satya ke-7, Jatim Berdaya. Khofifah bertekad mendorong sektor ril karena akan berdampak langsung kepada masyarakat. Hal tersebut sekaligus menghapus ketimpangan di perdesaan Jawa Timur.khofifah-Emil disebutkan akan menyuguhkan Program One Village One Product One Corporate & Agropolitan, Communal Branding untuk UMKM, Supply and demand channel dan menumbuhkan koperasi. Plus informasi super koridor yang disiapkan pemerintah untuk membantu pemasaran, pengemasan, sekaligus bantuan manajemen pemasaran.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here