Tengok Panti Rehabilitasi, Khofifah Beri Motivasi dan Nyanyi ‘Lagu Slank’ Bareng

0
112
Khofifah Indar parawansa (foto: Tim)

ORANYENEWS- Kunjungan calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ke tempat rehabilitasi sosial IPWL (Institusi Peduli Wajib Lapor) Yayasan Bambu Nusantara haru sekaligus penuh riang. Khofifah memberi motivasi pasien yang datang dari berbagai daerah.

Suasana begitu hangat ketika Khofifah berbincang memberi motivasi bersama para pasien rehabilitasi. Menteri sosial 2014-2017 ini memberi wejengan kepada pasien agar berpuasa dan menjaga ibadah.

“Rajin solat, bangun malem tahajud. Minta gusti Allah nak. Poso senin kamis, nak. Sekali dua kali berat, selanjutnya Insyaallah ringan. Selamet kabeh yo nak. Kasihan masa depanmu, nak,” ucap Khofifah kepada anak-anak panti rehabilitasi.

Suasan berubah riang ketika Khofifah menyanyikan lagu milik band Slank ‘balikin’ bersama-sama anak-anak panti rehabilitasi sosial IPWL.

Program Bhakti Sejahtera

Khofifah juga mengatakan, Jawa Timur yang akan datang memiliki program khusus untuk membasmi peredaran narkoba dan memulihkan pengguna narkoba. Ketua Muslimat NU tersebut menavigasikan Nawa Bhakti Satya, Jatim sejahtera.

“Ini Bhakti program navigasi 1, ada item yang bisa mereduksi dan menghentikan penyalahgunaan narkoba,” tutur Khofifah.

Menyembuhkan pengguna narkoba, menurut Khofifah bukan hanya soal menyediakan rumah panti rehabilitasi namun bimbingan kesadaran masyarakat mulai dari keluarga hingga kawan bermain. Sleain rumah rehabilitasi narkoba juga disebutkan perlu diperhatikan guna meningkatkan pelayanan pascapenyembuhan pasien narkoba.

“Anak-anak yang menjadi korban, mereka yang kurang perhatian orangtuanya. Jadi, kembali orangtua punya tugas tanggungajawab utama untuk bisa melindungi anaknya-anaknya,” jelas mantan menteri sosial ini.

“Kalau tidak dikawal mereka akan digoda kembali kepada lingkungannya. (Narkoba) bisa mempengaruhi kembali karena lingkungannya mereka tidak punya tapi mereka suka cita akan mengedar narkoba,”

“Tempat-tempat seperti ini menurut saya tetap kita lakukan koodinasi agar kualitas layanan jadi lebih baik. Terutama aftercarenya, setelah dianggap selesai karena mereka akan kembali ke lingkungan,  itulah yang potensial terjadi relapse (kambuh),” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here