Sindir Habib Rizieq Harus Tiru Ksatria Ahok,  Pendiri Presidium Alumni 212 Dipecat

0
621
Fadli Zon dan Habib Rizieq.

ORANYENEWS- Pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaf dinonaktifkan dan dilarang menggunakan nama Presidium Alumni 212, karena menyindir ketidakberanian Habib Rizieq pulang ke Tanah Air. Dia pun meminta pentolan FPI itu meniru keberanian Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Jiwa kesatria ‎Ahok mesti diteladani Habib Rizieq. Ada kalanya kita belajar dari musuh juga,” kata Faizal dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu 17 Februari 2018.

Dalam diskusi itu juga Faizal Assegaf menilai bahwa kepulangan Habib Rizieq bergantung dengan perlindungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya, kemenangan Anies tak lepas dari aksi 212, sekarang bagaimana timbal balik Anies dalam melindungi Riziew Shihab jika kembali ke Tanah Air.

Lain itu,  dia juga menyebut bahwa isu kepulangan Habib Rizieq pada 28 Februari ini memiliki motif kepentingan ekonomi. Kecurigaan terlihat dari pernyataan Eggy Sudjana yang mengaku akan ada mobilisasi massa dan membentuk Persaudaraan Alumni 212. Dia pun meminta agar aparat mengecek rekening Eggy Sudjana dan yang berteriak perihal mobilisasi massa.

Menyikapi pernyataan tersebut, para pendiri Presidium Alumni 212 telah sepakat menonaktifkan Faizal Assegaf dalam segala aktivitas yang dilakukan ataupun mengatasnamakan Presidium Alumni 212.

“Kami sangat menyesalkan statemen saudara Faizal Assega pada acara diskusi di Hotel D Setia Budi yang bertajuk ‘Kedatangan Rizieq dan Potensi Gaduh di Tahun Politik’ di mana yang bersangkutan menyatakan bahwa dalam menghadapi masalah hukumn Ahok lebih negarawan dan kesatria daripada Habib Rizieq Shihab,” demikian bunyi surat Presidium Alumni 212 yang ditandatangani Ketua Umum, Habib Umar Bin Al Hamid dan Sekretaris Jenderal, Uzsrad Hasril Harahap, tersebut.

Disebutkan pula, membandingkan kasarnya kelakuan atau karakter Ahok dengan kemuliaan akhlak Imam Besar Front Pemuda Islam, Habib Rizieq adalah sebuah pendapat yang sangat tidak memiliki bobot intelektual. Bahkan, dari sudut etika termasuk dalam kategori tidak beradab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here