Jaringan Mahasiswa Banten Daulat Jazuli Nyalon DPD RI 2019

0
104

ORANYENEWS- Jaringan Mahasiswa Banten yang terdiri dari aktivis mahasiswa berbagai kampus di Provinsi Banten mendaulat Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Banten, Ahmad Jazuli Abdillah, agar maju menjadi calon senator atau Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) pada Pileg 2019 nanti.

“Kami dukung Bang Jazuli agar tampil wakili aktivis yang dekat dengan pemuda dan mahasiswa, pengalamannya sebagai aktivis cukup panjang, kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat juga sudah teruji, kapasitas intelektualnya juga tidak diragukan, modal popularitasnya sangat potensial didongkrak. Inilah faktor pertimbangan kami mendaulat agar serius maju di Pemilu 2019 nanti”. Tegas Elisa, mahasiswi UNSERA disela-sela acara pelatihan kepemimpinan mahasiswa di Serang (12/01).

Koordinator Jaringan Mahasiswa Banten yang juga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang, Ahmad Kemal Mulya, menegaskan bahwa iklim politik jelang Pilkada 2018 ini sudah tidak demokratis bahkan tidak menarik dengan banyak calon tunggal.

“Incumbent merajai dan memborong semua parpol menjadi pengusungnya. Ini karena calon yang maju harus miliki modal besar atau ongkos yang mahal, jangankan kalangan aktivis, dari kalangan pimpinan parpol saja tidak berani maju. Ini ironis. Makanya kita akan coba mendorong aktivis melalui jalur independen pada Pileg 2019 nanti buat calon DPD RI, yaitu Bang Jazuli, tidak perlu lewat parpol, tapi lewat semangat gotong royong dan mengkapitalisasi potensi masyarakat yang sadar buat mendukung”.

Jazuli yang didaulat beberapa saat setelah menjadi narasumber menyampaikan bahwa dirinya bukan tipe ambisius terhadap jabatan, terlebih jabatan politik seperti DPD RI atau Kepala Daerah.

“ya, bila ada yang dukung positif thinking ajalah, yang penting jangan sampai ujub dan takabur. Apalagi ini soal jabatan politik yang prosesnya panjang dan berliku, bukan hanya butuh modal sosial tapi juga mental bahkan material harus disiapkan. Jadi kita harus rasional obyektif, liat aja perkembangan politik ke depan, sekarang sih banyakin silaturrahmi aja, kan kita percaya kata Nabi bakal ditambahkan rezeki dan dipanjangin usia”. Ujar mantan Komisioner KPU kota Tangerang merendah.

Kemal menambahkan bahwa awalnya ia dan kawan-kawan mendorong Jazuli menantang Arief Wismansyah sebagai calon Walikota Tangerang lewat jalur independen agar Pilkada lebih ramai dan demokratis, tidak calon tunggal.

“Awalnya kami dorong Bang Jazuli maju lawan Arief, tapi tahapannya sangat mepet, padahal gerakan ngumpulin fotocopy KTP sudah berjalan. Akhirnya ini buat investasi dukungan DPD RI saja.” Tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here