Profil Anies Baswedan, Perjalanannya Menjadi Gubernur DKI Jakarta

2
962
Profil Anies Baswedan

Profil Anies Baswedan – Pada hari senin besok Jakarta akan memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru, yaitu Anies Baswedan selaku Gubernur dan Sandiaga Uno selaku Wakil Gubernur. Pelantikan tersebut akan dilaksanakan pada hari senin (16/10/2017) di Istana Presiden.

Kemenangan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno cukup mengejutkan. Pasalnya, pasangan ini adalah pasangan dadakan.

Karena sejak awal tahun 2016 hingga pertengahan, Anies masih memegang jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tapi takdir berkata lain, ternyata pasangan dadakan ini justru meraih kemenangan di Pilgub DKI.

Profil Anies Baswedan, Ph.D

Profil Anies Baswedan
Profil Anies Baswedan, Ph.D

Menurut Wikipedia, pria kelahiran Jawa Barat, 7 Mei 1969 ini merupakan seorang akademisi pendidikan Indonesia. Sejak tahun 2016 sudah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk Kabinet Kerja sejak 26 Oktober 2014 yang kemudian digantikan oleh Muhadjir Effendy dalam perombakan kabinet pada tanggal 27 Juli 2016 lalu.

Pada pemilihan umum Gubernur DKI yang diselenggarakan pada tahun 2017, Anies selaku calon Gubernur bersama Sandiaga Uno selaku calon Wakil Gubernur berhasil meraih kemenangan setelah melewati dua putaran.

Kedua pasangan ini diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera, dan berhasil meraih 57,95% suara. Ini adalah dukungan tertinggi dalam pemilihan umum gubernur Jakarta.

Anies memulai pendidikannya di TK Masjid Syuhada dan melanjutkan di SD Laboratori Yogyakarta. Setelah itu melanjutkan pendidikannya adi SMP Negeri 5 Yogyakart dan selanjutnya di SMA Negeri 2 Yogyakarta. Anies pernah menjadi Ketua OSIS se-Indonesia pada 1987.

Di masa SMA, Anies pernah terpilih mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Hal inilah yang membuat Anies terlambat lulus SMA.

Selepas SMA, Anies melanjutkan kuliah ke luar negeri setelah mendapatkan beasiswa kuliah musim panas dalam bidang kajian Asia di Sophia University, Tokyo, dikarenakan ia meraih kemenangan dalam lomba menulis mengenai lingkungan.

Setelah lulus kuliah, Anies kemudian melanjutkan pendidikan masternya dan mengambil jurusan dalam bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs, University of Maryland, College Park pada tahun 1997.

Anies Baswedan sendiri merupakan cucu dari Abdurrahman Baswedan yang merupakan seorang tokoh perjuangan. Anies juga berhasil menggerakan Indonesia Mengajar dan menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia.

Setelah semakin dikenal publik pada tahun 2010, nama Anies pun mulai dicatat oleh The Royal Islamic Strategic Studies Center, Jordania sebagai salah seorang dari 500 muslim paling berpengaruh di dunia.

Anies pun sempat menekuni dunia jurnalistik setelah lulus dari SMA, dengan bergabung bersama TVRI Yogyakarta. Selanjutnya Anies melanjutkan pendidikan strata 1 di Fakultas Ekonomi, UGM. Selama kuliah di kampus, Anies aktif dalam berbagai organisasi, salah satunya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Perjalanan Anies Hingga Meraih Posisi Gubernur DKI Jakarta

anies sandi
Anies Mencalonkan Bersama Sandiaga Uno di Pilkada DKI

Anies Baswedan menceritakan perjalanan yang dilaluinya dalam meraih posisi DKI 1, bahwa dirinya tidak pernah mengira kalau akan menjadi calon Gubernur DKI Jakarta.

“Delapan bulan yang lalu, saya tidak pernah menduga akan jadi cagub dan menjadi Gubernur DKI. Saya ditelepon habis magrib sama atasan saya waktu lagi ramai reshuffle, bilang terima kasih, sudah. Saya lagi santai di rumah, eh ternyata nama saya muncul di survei dan angkanya tinggi,” kata Anies.

Padahal kata Anies, di hari terakhir pendaftaran Cagub DKI dirinya sedang berada di rumah sakit akibat terkena penyakit demam berdarah.

Saat itu Ketua Umum PPP M Romahurmuziy menjenguknya dan menanyakan untuk kesiapan Anies dalam pencalonan Cagub DKI.

“Ketika saya di rumah sakit masih pakai infus, saya ditanya sama ketua partai (PPP), siap enggak Pak Anies jadi gubernur, yang nyalonin itu partai Gerindra dan PKS.

Coba anda bayangin itu kan partai yang tadinya mendukung pasangan sebelah. Artinya partai ini bukan berpolitik, tapi memang untuk bernegara,” ujarnya.

(Baca Juga : Fakta Menarik Pelantikan Anies – Sandi )

Anies menyebutkan bahwa Kemenangan yang berhasil diraihnya dalam Pilgub DKI Jakarta merupakan amanah dari warga DKI untuk menciptakan kedamaian di ibu kota. Sehingga sebagai seorang pemenang harus bersikap amanah dan mengayomi.

“Tunjukkan sikap orang menang, yang menang itu akan mengayomi. Ketika muslim dititipkan amanah, kita ingin Jakarta ke depan jadi aman, damai, sejuk dan bukan sebaliknya,” kata Anies.

 

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here