Siapa Pertama Kali yang Mendirikan Depok?

Tahukah Anda, siapa yang pertama kali mendirikan Depok?

Ya, walaupun Depok resmi lepas dari Jawa Barat tahun 1999, tapi kata Depok sudah disebut sejak 303 tahun lalu, sejak pertama kali Cornelis Chastelein masuk ke dusun yang berada di tengah hutan belukar di abad ke-17.

Artinya, Cornelis Chastelein adalah orang yang mendirikan Depok. Siapa Cornelis dan seperti apa perjalanannya?

Cornelis Chastelein Ketika Datang ke Depok

Cornelis Chastelein adalah seorang warga negara Belanda yang lahir di Amsterdam 10 Agustus 1657. Cornelis adalah bungsu dari delapan bersaudara dari sebuah keluarga pedagang. Ayahnya adalah seorang Huguenot atau pemeluk Kristen Protestan dari Prancis yang menetap di Belanda dan ibunya adalah Wali Kota Dorcrecht, bernama Maria Cruydenier.

Pada usia 17 tahun, Cornelis ikut bibinya, Henriette Chastelein ke Batavia. Setiba di Batavia, dengan pengaruh suami bibinya, Cornelis van Quaelbergh, seorang anggota istimewa Dewan Hindia, Cornelis Chastelein bekerja di VOC sebagai pencatat pembukuan pada Kamer van Zeventein.

Depok Tempo Dulu

Karir Cornelis melesat cukup baik, tahun 1682, dia menjadi pengusaha besar, bahkan di tahun 1691 dia menjadi pedagang kedua terbesar di Batavia. Saat Johan van Hoorn menjadi direktur jenderal VOC, atau bosnya, kariernya semakin melesat, karena keduanya berteman baik.

Tapi, karena dia berseberangan pandangan dengan Gubernur Jenderal Willem van Outhoorn, Cornelis memilih mengundurkan diri sebagai pejabat VOC. Saat mengundurkan diri, dia mendapatkan hak penguasaan tanah di Siringsih (saat ini kawasan Srengseng Sawah, Jagakarsa) sejak 1695.

Kemudian, dia membeli tanah di Depok dari residen Cirebon, Lucas van der Meur 18 Mei 1696. Dia merubah dusun yang berada di tengah hutan belukar itu menjadi perkebunan Lada, dan membawa sekira 150 orang budak dari Bali, Makassar, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Pulau Rote, serta Filipina, untuk mengelola perkebunan Ladanya.

Belanda Depok (foto: Ist)

Tak hanya berkebun, dia juga mendirikan Padepokan Kristiani yang dinamakan

De Eerste Protestante Organisatie van Christenen, yang disingkat Depok. Saat itu wilayah Depok melingkupi Depok, Mampang, Karangayar, dan dua lahan kecil di tepi Ci Liwung antara Batavia dan Buitenzorg.

Tanah yang dimilikinya tak sampai di situ, tahun 1704, Cornelis juga membeli sebidang yang diberi nama Weltevreden (sekarang Gambir, Jakarta Pusat) untuk ditanami kopi.

Walaupun, dia seorang Belanda, dia tidak memperlakukan budaknya sebagai budak, tapi sebagai pekerja. Bahkan, hingga akhir hayatnya di tahun 1714, sekira 200 budak dan keturuannya dimerdekakan dan diberikan 1240 hektar untuk dikelola bersama.

Untuk berterima kasih kepada Cornelis, ratusan budak yang tergabung dalam 12 marga itu selalu merayakan hari kematian Cornelis Chestelein pada 28 Juni 1714, sebagai lahirnya Depok. Hingga kini, keturunan 12 marga itu disebut sebagai bule Depok dan tergabung dalam Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here