Kini Punya Saldo Rekening Rp200 juta Wajib Lapor Ditjen Pajak

JAKARTA – Kementerian Keuangan membuat aturan baru, yaitu mewajibkan bagi pemilik saldo minimal Rp200 juta di rekening lapor kepada Ditjen Pajak.

Aturan baru itu termuat di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan.

Kata Menkeu Sri Mulyani, batas saldo yang wajib dilaporkan bank kepada Ditjen Pajak minimal Rp 200 juta. Batasan ini tutur Menteri Keuangan berlaku untuk semua wajib pajak pribadi.

Sri Mulyani Mentri keuangan
Sri Mulyani Mentri keuangan

“Akan tetapi untuk entitas (badan usaha) yang wajib dilaporkan tidak ada bottom atau batasan bawah,” ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Senin 5 Juni 2017

Menkeu menjelaskan PMK Nomor 70 Tahun 2017 adalah aturan teknis dari Perppu 1 Nomor 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan.

Ditjen Pajak memiliki kewenangan mengintip rekening nasabah dengan aturan tersebut. Tidak cuma data perbankan, data sektor perasuransian dan perkoperasian juga wajib dilaporkan.

Nilai pertanggungan dan saldo yang wajib dilaporkan paling sedikit Rp 200 juta. “Sementara untuk pasal modal dan perdagangan berjangka komoditi tanpa ada batasan saldo minimal,” ungkap Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Suryo Utomo.

Menurut Suryo, pelaporan data saldo dari lembaga jasa keuangan termasuk bank kepada Ditjen Pajak paling lambat 30 April 2018 mendatang. Pemerintah janji akan lebih dulu melalukan sosialisasi agar ketentuan ini tidak membuat panik masyarakat.

Sementara itu untuk ketentuan pertukaran informasi keuangan antar negara, batas saldo entitas yang wajib dilaporkan minimal 250.000 dollar AS atau Rp 3,3 miliar (kurs 13.300). Besaran ini seusai dengan ketentuan internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here