Ternyata Dia Kucing Rumahan

“Seribu Kambing Dipimpin Seekor Harimau akan mengaum semua, seribu Harimau Dipimpin seekor Kambing akan embeek semua”.

Kalimat ini dituliskan dalam akun Twitter resmi Prabowo Subianto pada 5 Oktober 2013.

Kata-kata tersebut ditegaskan kembali oleh Prabowo Subianto pada 27 Maret 2014 di Hotel Bidakara, di hadapan ratusan purnawirawan TNI & Polri.

“Kita saat di militer dipimpin dengan keras, komandan kita cerewetnya tidak main-main. Mereka singa anak buahnya pun menjadi singa. Tapi kalau Singa dipimpin kambing, nanti singanya bersuara Kambing”.

Saat itu kali pertama Prabowo berhadapan dengan sosok bertubuh kurus alias ceking, tidak berasal dari keluarga pejabat, militer, dia hanya warga sipil biasa bernama Joko Widodo.

Keberanian Sang Singa itu membuat musisi Ibu Kota Ahmad Dhani kepincut hingga mendukungnya “mati-matian”. Bahkan, dia mencibir yang tidak mendukung keberanian “Singa”.

“Saya rasa hampir semua lelaki jantan milih Prabowo. Kalau lelaki enggak memilih Prabowo, kejantanannya perlu dipertanyakan,” sindir Dhani di Rumah Polonia, 21 Maret 2014.

Jeruji penjara pun berani dihadapi Ahmad Dhani, saat ucapannya menjadi berlebihan terhadap lawan politiknya, demi mendukung “Sang Singa”.

Tak hanya Ahmad Dhani, elite PKS, PAN, Amien Rais, hingga Habib Rizieq selalu memuji ketegasan Sang Singa dalam bersikap.

Namun tampaknya Sang Singa kini  tidak lagi “mengaum”. Kemarin, Prabowo Subianto mengenakan kemeja putih mendatangi Istana menerima tawaran jabatan sebagai seorang Menteri Pertahanan.

Banyak yang bertanya mengapa “Sang Singa” tak lagi mengaum?. Apakah semudah itu auman “Singa” dibungkam?. Atau memang sejatinya, yang sebenarnya dia bukanlah “Singa” sebagaimana anggapan para pendukungnya selama ini?

Elite PKS, Tifatul Sembiring pun mencuitkan “rasa gundah gulana” di dalam hatinya.

“Kusangka bertiup angin semilir, ternyata suara Binatang peliharaan. Kusangka dia Singa Padang Pasir, ternyata dia cuma Kucing Rumahan”.

Di saat semuanya terkecoh bertahun-tahun dengan aksen “Sang Singa”, hanya ada satu orang yang ternyata tidak terkecoh. Dia adalah Aska Fikri, seorang santri Pondok Pesantren API, Tegalrejo, Magelang.

4 Mei 2016, Di atas panggung Jokowi mengajukan pertanyaan kepada Aska, untuk menyebut 3 nama menteri. Dia pun dengan lantang menyebut nama “Prabowo”. Semua yang hadir, termasuk Jokowi tertawa mendengar ucapan Aska. Masak Capres menjadi Menteri, dipikir mereka.

Tapi, hari ini ucapan Aska tersebut seolah menjadi dia yang terkabul. Di saat, sebagian “Ulama” mendaulat Prabowo sebagai presiden, justru hanya Aska yang menyebut Prabowo adalah menteri.

“Makanya, jangan main-main dengan ucapan santri,” celetuk seorang teman.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here