4 Komentar Vonis 15 Tahun Setnov,  dari Memuji hingga Ironi

Setya Novanto bersih dari benjolan bakpao.
Setya Novanto bersih dari benjolan bakpao.

ORANYENEWS- Mantan Ketua DPR Setya Novanto divonis 15 tahun penjara, 5 tahun pencabutan hak politik, dan pengembalian uang negara USD7,3 juta dalam waktu sebulan setelah menjadi keputusan hukum tetap. Lalu, bagaimana reaksi institusi antikorupsi dan pejabat negara terkait hal ini?

1. Jusuf Kalla Prihatin

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku prihatin karena vonis hakim tidak maksimal alias lebih rendah 1 tahuj dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU)

“Itu kan (keputusan) hakim kita tidak bisa campuri tentu kita prihatin ya, tapi ya ini keputusan hakim yang tentu dipertimbangkan dengan baik,” kata Kalla di Istana Wapres.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini pun berpesan bagi siapa saja termasuk kader Partai berlambang beringin, agar mengambil pelajaran dari kasus mantan ketua umum Partai Golkar yang memperkaya diri melalui jabatan.

“Ini juga peringatan siapa saja untuk tidak mengambil tindakan atau perbuatan yang melanggar hukum. Ya jangan mempergunakan perkaya diri dengan jabatan karena apa yang terjadikan (kasus Setnov) memperkaya diri dengan jabatan,” ungkap JK.

2. KPK Apresiasi Putusan Hakim

Febri Diansyah, jubir KPK.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menghormati vonis 15 tahun penjara terhadap mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Walau lebih rendah 1 tahun dari tuntutan jaksa.

“Apresiasi terhadap putusan hakim karena tuntutan KPK tentang uang pengganti dan pencabutan hak politik dikabulkan, meskipun ancaman hukuman masih selisih 1 tahun,” ujar Laode rilisnya.

3. Pegiat Antikorupsi: Hakim Layak Diapresiasi

Peneliti Indonesian Legal Roundtable, Erwin Natosmal Oemar menilai vonis 15 tahun penjara sudah sesuai dengan dua pertiga dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Untuk itu menurutnya ketegasan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis patut mendapatkan apresiasi.

“Jika dibandingkan dengan tuntutan yang diajukan, putusan hakim sangat bagus. Sudah memenuhi 2/3 dari tuntutan,” ujar Erwin

Apalagi, lanjutnya dalam ganjaran hukuman, majelis hakim memasukan ganti rugi serta pencabutan hak jabatan politik dari Setya Novanto.

“Publik perlu mengapresiasi hakim yang memutus,” ucapnya.

4. PKS: Amanah Itu Berat dan Mahal

Vonis hukuman Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto 15 tahun dalam kasus korupsi e-KTP juga dikomentari politikus PKS, Mardani Ali Sera. Menurut Ketua DPP PKS, vonis berat menjadi perlajaran berharga bagi dirinya dan semua wakil rakyat di Parlemen.

“Jadi pelajaran bagi kita semua. Betapa amanah itu berat dan mahal. Wajib ditunaikan,” ucap Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here