Jelang Malam Tahun Baru, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca

Jelang Malam Tahun Baru, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca
Ilustrasi Cuaca / Foto : pixabay/jplenio

Oranyenews.com, Jakarta – Pada malam menjelang pergantian tahun, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), merilis sebuah peringatan dini terkait dengan perkiraan cuaca.

Bahkan malam tahun baru 2020 di DKI Jakarta, BMKG memberikan perkiraan akan turun hujan petir yang melanda sebagian besar ibu kota tersebut.

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara pada sore hingga malam hari,” bunyi peringatan dini yang disampaikan BMKG melalui situs resmi, seperti yang diakses, Selasa (31/12/2019).

BMKG pun menyebut, jika potensi hujan disertai kilat (petir) juga akan melanda wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Utara, bahkan hingga Kepulauan Seribu.

Sedangkan untuk wilayah Jakarta Timur, diperkirakan hanya mempunyai potensi dilanda hujan dengan intensitas sedang.

Sementara dari perkiraan suhu udara dari tiga daerah yang mempunyai potensi hujan petir, berkisar antara 24 hingga 32 derajat celcius.

Untuk tingkat kelembapan, berada dalam rentang 75 hingga 100 persen. Dalam hal ini, kelambapan di Kepulauan Seribu pada malam pergantian tahun berkisar atara 80 hingga 95 persen.

Sebelumnya, BMKG juga sudah memberikan peringatan terkait dengan cuaca ekstrim secara umum di Indonesia menjelang libur Natal dan tahun baru.

Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG menyebut, distribusi curah hujan mengalami kenaikan cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia.

Curah hujan terhitung meningkat pada wilayah Sumatera, Kalimantan, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Dwikorita menyebut, adanya peningkatan curah hujan disebabkan oleh berbagai faktor. Termasuk juga karena dinamika atmosfer skala regional dan lokal, yang mulai memperlihatkan aktivitas.

“Akibat faktor dinamika atmosfer skala regional dan lokal terkini yaitu adanya Monsun Asia yang mulai menunjukkan aktivitas signifikan,” terang Dwikorita, awal pekan lalu.

Kondisi tersebut, juga mempunyai dampak dan berakibat pada peningkatan massa udara basah, terbentuknya pola konvergensi, perlambatan, serta belokan angin pada beberapa wilayah.

“Suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia yang masih hangat dan mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia,” papar Dwikorita.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here