Jelang Hari Saraswati, Heboh Fenomena Unik Dari Puncak Gunung Agung

Jelang Hari Saraswati, Heboh Fenomena Unik Dari Puncak Gunung Agung
Foto : Istimewa

Oranyenews.com, Karangasem – Pada Jumat siang (6/12/2019) sekitar pukul 12.25 WITA, terdapat fenomena unik dan langka yang terlihat berada di atas kawah Gunung Agung.

Tampak dari sebuah gambar tangkapan kamera, terdapat ada awan atau asap yang melambung lurus di atas Gunung Agung.

Munculnya asap putih yang mirip garis lurus diatas Gunung Agung tepat sehari sebelum hari raya Saraswati tersebut, langsung memunculkan beberapa praduga dari warga.

Ada pula yang menyebut bahwa asap tersebut merupakan bekas pesawat jet yang melintas, akan tetapi adapula yang menyebut hal tersebut sebagai siklus meteorologi.

Pertanyaan terkait dengan munculnya asap putih yang sempat membuat heboh warga sekitar Gunung Agung, tepat sehari  menjelang perayaan hari Saraswati tersebut, dijelaskan oleh PVMBG terkait.

Ketika dimintai konfirmasi, Kepala Bidang Mitigasi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi (PVMBG), I Gede Suantika.

Menjelaskan bahwa asap putih tersebut, yang berada di atas Gunung Agung yang tampak pada Jumat siang, bukan berasal dari kawah Gunung Api.

“Asap itu bukan berasal dari kawah gunung api,” ungkap Gede Suantika ketika dikonfirmasi.

Ia menilai, asap putih dengan posisi vertical tersebut, merupakan suatu fenomena meteorology yang terjadi pada puncak Gunung Agung.

“Itu fenomena meteorologi siklon kecil di puncak Gunung Agung,” paparnya.

Meski bisa disebut sebagai fenomena yang biasa, namun masyarakat juga tetap dihimbau untuk berhati-hati, khususnya pada musim hujan seperti ini.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang sudah disampaikan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani.

“Status Gunung Agung masih di level 3 (Siaga) dengan radius aman di luar 4 km dari puncak.” himbau Kasbani.

Kasbani pun menyebut, ketika memasuki musim penghujan, masih ada potensi pada daerah sekitar puncak dan lembah ataupun sungai yang mempunyai hulu di Gunung Agung.

Hal tersebut dikarenakan masih ada material vulkanik dari sisa erupsi yang terjadi sebelumnya.

“Memasuki musim hujan, Potensi lahar masih ada terutama di sekitar puncak pada lembah lembah atau sungai yang berhulu di Gunung Agung karena masih terdapatnya material vulkanik dari erupsi erupsi sebelumnya,” tandasnya.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here