“Janadriyah”, Kisah Emosional Perjuangan Wujudkan Mimpi

JAKARTA- Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia, berlarilah tanpa lelah, sampai engkau meraihnya. Bait di atas adalah sebuah lirik lagu band Nidji yang penuh emosional, bagaimana seseorang berjuang keras untuk dapat mewujudkan mimpinya. Tak khawatir dengan lelah, tak berhenti karena kegagalan. Ya, itulah mengejar mimpi.

Begitu juga dengan seorang pemuda bernama Rahmat. Seorang anak dari keluarga sederhana yang memiliki mimpi besar, memberangkatkan haji kedua orangtuanya dan menjelajah dunia. Tapi, dalam perjalanannya, masa remaja Rahmat penuh dengan pergaulan yang buruk yang hampir saja membuat mimpi besarnya itu kandas.

Tak mau mimpi-mimpinya menjadi sebatas mimpi, Rahmat bertekad untuk menjadi remaja yang rajin dan berprestasi. Pesan Abahnya pun selalu menjadi penyuntik semangat hidupnya. Perlahan demi perlahan Rahmat mulai bangkit mengejar prestasi hingga akhirnya mendapatkan beasiswa. Dunia menjadi cerah, perlahan-lahan mimpi mulai menghampirinya, salah satunya pergi ke luar negeri.

Kisah Rahmat ini adalah kisah nyata dari Febriandi Rahmatullah (32), yang kini bekerja sebagai konsultan di Vodafon, Qatar, negara terkaya di Tumur Tengah. Febri tidak sendiri, bersama seorang penulis senior yang karyanya berjudul

“Insya Allah Sah” yang telah diangkat ke layar lebar oleh MD Entertainment, Achi TM, mereka berdua menuangkan kisah perjuangan Febri itu ke dalam kata-kata di dalam novel “Janadriyah: Sebuah Perjalanan”.

Novel itu kemudian diluncurkan pada Sabtu, 26 Agustus 2017 kemarin di EV Hive Coworking Space, The Breeze, BSD City, Tangerang Selatan. Buku tersebut diterbitkan

Penerbit Emir yang merupakan Imprint dari Penerbit Erlangga bekerja sama dengan Rumah Pena dan Banten Farm yang menjadi tuan rumah dari acara peluncuran tersebut.

Acara tersebut dihadiri sang penulis Achi TM dan Febriandi Rahmatullah, juga koordinator Penerbit Emir, Hijrah Ahmad.

Febriandi mengungkapkan nama ‘Janadriyah’ diambil dari sebuah nama festival budaya di Arab Saudi. Festival yang selalu diadakan setiap tahun sekali itu mengubah wajah Arab Saudi dengan perjalanan budaya di masing-masing kota Arab Saudi, terutama Riyadh.

“Setiap satu tahun sekali kota Riyadh berubah wajah. Hampir di mana-mana ada kegembiraan, musik, tarian, lampu lampu dan hiburan membuat suasana menjadi cerah ceria,” ungkap Febri saat menceritakan tentang Festival Janadriyah. Festival itulah kemudian yang menginspirasi Febri untuk menceritakan perjalanan hidupnya.

Achi TM, sang penulis mengaku menulis perjalanan hidup Febri tersebut dengan penuh emosional. Bahkan, penulisan juga lebih lama dibandingkan novel-novel lainnya.

Begitu juga dialami Koordinator Editor Penerbit Emir, Ahmad Hijrah. Baginya buku novel yang disuntingnya itu merupakan buku yang penuh emosional.

“Ini adalah buku kedua setelah buku Himpunan Fatwa MUI yang tebalnya seribu halaman lebih, yang membuatnya tidak bisa tidur.”

Dalam kesempatan itu, mereka pun berbagi kisah behind the scene, bagaimana buku tersebut bisa tercipta. Echi TM harus berkomunikasi dengan Febri yang berada di Qatar. Sehingga komunikasi digital sangatlah diperlukan, demi terlaksananya misi.

“Sedih, lucu, marah. Itulah perjalanan hidup yang penuh warna. Saya sangat senang bisa tandem menulis dengan Febriandi, kendala jarak Jakarta dan Qatar disiasati dengan komunikasi melalui chatting,” ungkap Achi.

Hijrah Ahmad juga mengungkapkan alasan mengapa Penerbit Emir mau menerbitkan novel tersebut. Pasalnya, menurut mereka novel tersebut menarik, tidak hanya “membunyikan” konflik-konflik di luar, akan tetapi juga “membunyikan” pergolakan batin sang tokoh yang penuh emosional. “Saat Rahmat dihadapkan dengan hal yang menurutnya tidak baik, Rahmat selalu teringat pesan Abah, pesan guru ngajinya, dan teringat Tuhan,” ungkap Hijrah.

Menarik bukan, buku “Janadriyah: Sebuah Perjalanan” sangat layak untuk dikoleksi. Bukan hanya sebagai bacaan, tapi juga sebagai spirit perjuangan yang patut dicontoh, bahwa mimpi haruslah dikejar, diperjuangkan, karena mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here