Trump : AS Habisi Jenderal Iran Bukan Untuk Memulai Perang

Trump : AS Habisi Jenderal Iran Bukan Untuk Memulai Perang
Foto : REUTERS/Tom Brenner

Oranyenews.com, Washington – Presiden Donald Trump mengakui jika diirnya yang memerintahkan serangan udara Amerika Serikat (AS) yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Ia menyebut jika serangan tersebut untuk menghentikan perang, bukan untuk memulai perang dengan Teheran.

“Soleimani merencanakan serangan segera dan seram terhadap para diplomat dan personel militer Amerika, tetapi kami menangkapnya dalam tindakan itu dan menghentikannya,” ucap Trump, dalam pidatonya di Mar-a-lago, Florida, hari Jumat waktu setempat, seperti dikutip Reuters, Sabtu (4/1/2020).

“Di bawah kepemimpinan saya, kebijakan Amerika tidak ambigu bagi para teroris yang melukai atau berniat untuk menyakiti orang Amerika. Kami akan menemukan Anda, kami akan melenyapkan Anda. Kami akan selalu melindungi para diplomat, anggota layanan kami—semua orang Amerika dan sekutu kami,” paparnya.

Pemimpin Gedung Putih tersebut lantas memberikan rincian seperti apa yang ia sebut sebagai daftar kejahatan IRGC seta Pasukan Quds di bawah kendali Soleimani.

“Selama bertahun-tahun Korps Garda Revolusi Islam dan Pasukan Quds yang kejam di bawah kepemimpinan Soleimani telah menargetkan, melukai, dan membunuh ratusan warga sipil dan prajurit Amerika. Soleimani menjadikan kematian orang-orang tak berdosa dengan hasratnya yang sakit, berkontribusi pada plot teroris sejauh jauhnya seperti New Delhi dan London,” terangnya.

Meskipun AS sudah membunuh jenderal top Iran, Trump menegaskan jika diirinya tidak mempunyai niat untuk menggulingkan rezim yang berkuasa di negara pada Mullah tersebut.

“Apa yang dilakukan Amerika Serikat kemarin seharusnya telah dilakukan jauh sebelumnya—banyak nyawa akan diselamatkan. Kami tidak mencari perubahan rezim, namun, agresi rezim Iran di wilayah tersebut, termasuk penggunaan petempur proksi untuk mendestabilisasi negara-negara tetangganya harus berakhir dan (penghentian agresi Iran) tidak boleh berakhir. Masa depan adalah milik rakyat Iran—mereka yang mencari koeksistensi dan kerja sama damai, bukan panglima perang teroris yang menjarah negaranya untuk membiayai pertumpahan darah di luar negeri,” lanjut Trump.

“Amerika Serikat memiliki militer terbaik sejauh ini…jika orang Amerika di mana saja terancam, kami memiliki semua target itu sepenuhnya diidentifikasi dan saya siap dan siap untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan dan yang secara khusus mengacu pada Iran,” tandasnya.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here