Tangisan & Teriakan Dua Gadis Kecil Hentikan Penebangan Pohon

ORANYENEWS- Petugas penebangan pohon kota mendadak menghentikan kerjanya saat dua anak gadis berteriak dan menangis, sembari memeluk pohon yang akan mereka tebangi. Spontan aksi tersebut membuat para petugas kebingungan.

Peristiwa itu terjadi di Whampoa Drive di Singapura. Gadis kecil berusia 8 dan 11 tahun mendadak datang, memeluk pohon, menangis, dan berteriak kepada petugas agar menghentikan upaya mereka menebangi pohon di wilayah dekat kediaman kedua anak tersebut.

2

Tricia Chwee Har Kim, ibu kwdya anak tersebut mengungkapkan kedua amaknya bersemangat mendatangi lokasi penebangan pohon, bersikeras meminta agar penebangan pohon tersebut dihentikan.

“Kedua gadis saya menangis dan berteriak agar kegiatan penebamgan pohon dihentikan di lingkungan Whampoa,” tulis sang ibu di akun Facebooknya.

Dalam kesempatan itu, sang ibu mengklaim bahwa alasan penebamgan pohon selalu berubah-ubah dan penduduk setempat juga masih bingung mengapa mereka memotong semua pohon, yang selalu menjadi habitat alami burung kuning kecil.

“Alasan yang diberikan awalnya adalah adanya keluhan dari pihak Hotel Value, pohon sakit dan mengancam menimpa pejalan kaki. Padahal pohon masih mekar. Jika benar, mengapa tidak merawarnya dan malah membuangnya?,” ujarnya

Akhirnya aksi penebangan pohon pun sempat dihentikan sementara, dengan adanya aksi dua gadis bocah tersebut. Peristiwa ini menjadi pemberitaan masyarakat setempat. Tapi, masyarakat sekitar yakin bahwa mereka akan kembali lagi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Ketika peristiwa batalnya penebangan pohon terungkap luas, menarik media lokal, seorang juru bicara dari Handicaps Welfare Association (HWA) atau asosiasi kesejahteran penyandang catat menjelaskan alasan di balik keputusan untuk menebang pohon.

“Asosiasi Kesejahteraan Penyandang Cacat (HWA) telah disarankan oleh seorang arborist, pakar mengenai kesehatan pohon, dan telah diberitahu tentang risiko dan bahaya yang ditimbulkan dari pohon-pohon yang bersangkutan,” katanya.

“Setelah berkonsultasi dengan pihak berwenang terkait tentang masalah ini, dan sangat prihatin atas keselamatan orang yang lewat, penghuni tempat tinggal yang berdekatan, dan juga penerima manfaat dan pengunjung HWA, HWA harus membuang dan memangkas pohon yang relevan sehingga untuk mencegah insiden yang tidak menguntungkan terjadi. ”

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here