Makin Panas, Iran Siap Bayar Rp1,1 T Untuk Kepala Trump

Makin Panas, Iran Siap Bayar Rp1,1 T Untuk Kepala Trump
Foto : Reuters/Tom Brenner

Oranyenews.com, Jakarta – Kian hari, tensi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin tinggi.

Pasca menyebut Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sebagai seorang teroris, saat ini Iran juga membuat langkah baru.

Dikabarkan, negara tersebut akan memberikan hadiah uang sebesar US$ 80 juta atau setara Rp 1,1 triliun bagi siapa saja yang bisa mendapat kepala presiden ke-45 AS tersebut.

Hal tersebut diumumkan secara resmi pada sebuah pidato, pada saat pemakaman Jenderal Iran Qasem Soleimani yang disiarkan di televisi.

“Dan kami akan memberikan US$ 80 juta … sebagai hadiah pada siapapun yang bisa membawa kepala dari seseorang yang telah memerintahkan membunuh tokoh revolusi kita,” ujar pidato tersebut sebagaimana ditulis media Inggris, Express, Senin (6/1/2020).

Kembali dipertegas, atas nama negara besar Iran, siapapu yang membawa kepala Donald Trump, akan diberi uang sebesar 80 juta dolar AS.

“Siapapun yang bisa membawa kepala orang gila berambut kuning, akan kami berikan US$ 80 juta atas nama negara besar Iran. Bersoraklah jika setuju.” lanjut pidato tersebut.

Sedangkan dari sisi lain, tepatnya Minggu (5/1/2020), agensi berita lokal Iran mengutip pernyataan keras dari tokoh parlemen Abolfazi Abutorabi.

Ia memberikan peringatan bahwa Iran akan membalas insiden kematian Soleimani dengan menyerang langsung ke Gedung Putih.

“Kita bisa menyerang Gedung Putih, kita bisa merespon mereka dengan (langsung) ke tanah Amerika,” tegasnya dikutip media yang sama. “Kita punya kekuatan itu.”

Untuk sebelumnya, AS melakukan serangan ke Irak pada Jumat lalu. Serangan tersebut ditujukan pada Bandara Baghdad dan telah menewaskan pemimpin militer Iran, Qasem Soleimani.

Menurut dari keterangan Pentagon, serangan pesawat tidak berawak tersebut merupakan arahan dari Presiden Donald Trump.

Sedangkan Soleimani sendiri, dianggap sebagai sosok tokoh kunci politik di Iran dan Timur Tengah.

Dampak dari serangan tersebut, membuat pemerintah Iran semakin meradang dan memberikan ancaman terhadap AS.

Akan tetapi, Trump kembali mengeluarkan seruan akan menghancurkan 52 wilayah Iran, khususnya wilayah yang menjadi saksi penyanderaan warga AS ketika revolusi Iran yang terjadi di tahun 1979.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here