Kisah Muslim Uighur China Yang Dapat Pembelaan Dari Mesut Ozil

Kisah Muslim Uighur China Yang Dapat Pembelaan Dari Mesut Ozil
Muslim Uighur / Foto : iStock

Oranyenews.com, Jakarta – Sebelumnya, ramai pemberitaan terkait dengan Muslim Uighur di China yang memperoleh pembelaan dari pemain sepakbola Mesut Ozil.

Terhitung sejak kasus kemanusiaan yang berhubungan dengan muslim Uighur menjadikan banyak kaum muslim di berbagai belahan dunia ingin membela.

Jika secara harfiah, “Uighur” mempunyai makna “bersatu” atau “sekutu”.

Melalui sosial media Instagram pribadinya, Mesut Ozil memperlihatkan dukungannya terhadap etnis muslim Uighur yang dikabarkan masuk pada kamp dan ditahan di Xianjiang.

“Di China, Qur’an dibakar, masjid ditutup, sekolah Islam dan madrasah dilarang, pemuka agama satu persatu dibunuh. Terlepas dari semua itu, muslim tetap diam. Suara mereka tak terdengar,” tulis Oezil beserta foto di Instagramnya.

Yang dipertanyakan, siapa muslim Uighur? dan seperti apa sejarah dibaliknya? Seperti yang dirangkum oleh Oranyenews.com, berikut beberapa hal terkait dengan muslim Uighur di Xianjiang.

Mengutip dari buku dengan judul “Islam In China : Mengenal Islam di Negeri Leluhur” oleh Mi Shoujiang dan You Jia, sejarah dan asal-usul Muslim Uighur di China sudah ditelusuri hingga abad ke-3 SM.

Uighur menyebar pada Daerah Otonomi Xianjiang, Uighur sebagian kecil tinggal di Provinsi Hunan dan Henan. Populasinya mencapai sekitar 7,2 juta.

Sedangkan pada pertengahan abad ke-10, Islam diperkenalkan ke Xianjiang oleh Satuk Boghra (910-956 M), seorang khan dari Dinasti Karakitai yang memeluk Islam.

Kashgar, Yirgiang dan Kuche masing-masing menjadi salah satu wilayah Islam secara berurutan. Pasca abad ke-14, Islam menyebar ke utara Xianjiang.

Dari segi perilaku, Muslim Uighur dikenal dengan kaum yang sangat ramah dan mahir menyanyi ataupun menari.

Mereka mempunyai karya rakyat yang indah, termasuk juga puisi epik “Fu Le Zhi Hui” (Kebijaksanaan dan Kebahagiaan), beserta musik dan tarian divertimento “Er Shi Mu Ka Mu” (dua belas mukam) yang masih populer hingga saat ini.

Bagaimana dengan mata pencarian Muslim uighur? Dahulu, muslim Uighur di China bergerak pada bidang pertanian, sangat mempunyai pengalaman dalam berkebun dan menanam kapas. Bahkan, mereka juga mahir menenun karpet, topi uighur dan juga membuat pisau.

Namun sangat disayangkan, PBB memperoleh laporan terkait ditahannya satu juta warga Uighur dan kelompok muslim lainnya di Xianjiang pada Agustus 2018 lalu.

Selama ditahan, kaum Uighur menjalani program pendidikan ulang atau Kamp Indoktrinasi Politik yang diduga ada upaya pelunturan keyakinan yang dianut warga Uighur didalamnya.

Terlepas dari itu, suku Muslim Uighur yang masih ada di Xianjiang, sering ditolak untuk melakukan bepergian keluar, bahkan pada wilayah lain di China.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here