Iran Tembak Rudal, 11 Tentara Militer AS Terluka

Iran Tembak Rudal, 11 Tentara Militer AS Terluka
Foto : AP Photo/Ali Abdul Hassan

Oranyenews.com, Jakarta – Belasan pasukan milter Amerika Serikat (AS), dikabarkan terluka pada serangan rudal Iran di pangkalan militer Al-Asad, Irak pada 8 Januari lalu.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh koalisi pimpinan AS yang memerangi ISIS di Irak dan Suriah, Kamis (15/1/2020), pasca sebelumnya Presiden AS, Donald Trump mengumumkan tidak ada korban jiwa warga AS.

“Meski tidak ada anggota layanan AS yang tewas dalam serangan Iran pada 8 Januari di pangkalan udara Al Asad, beberapa di antaranya dirawat karena gejala gegar otak dari ledakan itu dan masih dalam pemindaian (screening),” Ucap koalisi tersebut pada sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNN International.

“Karena sangat berhati-hati, anggota layanan diangkut dari Pangkalan Udara Al Asad, Irak, ke Landstuhl Regional Medical Center di Jerman untuk pemindaian lanjutan. Ketika dianggap layak untuk bertugas, anggota layanan diharapkan untuk kembali ke Irak setelah pemindaian.” lanjut keterangan tersebut.

Lebih lanjut, seorang pejabat militer AS menyebut, setidaknya ada 11 anggota layanan terluka dalam insiden serangan tersebut.

Defense One, merupakan pihak pertama kali yang memberikan laporan terkait dengan korban luka tersebut.

Serangan yang dilakukan Iran tersebut merupakan bentuk dari pembalasan atas serangan udara AS yang sudah menewaskan Jenderal Iran, Qasem Soleimani pada 3 Januari lalu. Dijelaskan, Iran meluncurkan sebanyak 16 rudal pada serangan tersebut.

Sedangkan untuk sebelumnya, tepatnya beberapa jam pasca serangan, AS mengaku jika tidak ada korban yang terluka dalam serangan tersebut.

Keterangan yang muncul disampaikan langsung oleh Presiden Donald Trump melalui cuitan di Twitternya.

“Saya senang memberi tahu Anda: Orang-orang Amerika harus sangat berterima kasih dan senang tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan semalam oleh rezim Iran. Kami tidak kehilangan korban, semua prajurit kami selamat, dan hanya kerusakan minimal yang terjadi di pangkalan militer kami,” jelas Trump kala itu.

Namun setelahnya, Kapten Bill Urban selaku juru bicara Komando Sentral AS, menyebut jika militer telah tahu pasca serangan terdapat 11 orang terluka.

Delapan diantaranya langsung dibawa ke Pusat Medis Regional Landstuhl di Jerman dan tiga orang lainnya dikirim ke Camp Arifjan di Kuwait untuk screening lanjutan.

“Sebagai prosedur standar, semua personel di sekitar ledakan diperiksa apakah mengalami cedera otak traumatis, dan jika dianggap perlu akan diangkut ke tingkat perawatan yang lebih tinggi,” ucap Urban pada sebuah pernyataan.

“Semua tentara di daerah ledakan segera diperiksa dan ditangani sesuai prosedur standar, menurut Departemen Pertahanan. … Ketika dianggap layak untuk bertugas, anggota dinas diharapkan untuk kembali ke Irak setelah screening.” imbuhnya.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here