Fakta Ikan Penis Yang Sempat Bikin Heboh Pantai California

Fakta Ikan Penis Yang Sempat Bikin Heboh Pantai California
Foto : Dok. Kate Montana, iNaturalist Creative Commons

Oranyenews.com, San Fransisco – Salah satu biota laut yang dikenal dengan nama latin Urechis Caupo, atau sering disebut “Ikan Penis” lantaran bentuknya yang mirip alat kelamin pria, sempat viral di media sosial.

Pada dasarnya, ikan penis merupakan jenis cacing, akan tetapi lantaran jumlahnya terbilang banyak, dan memenuhi Pantai di San Fransisco, California, Amerika Serikat (AS) karena tersapu badai.

Ikan penis tersebut tampat di pantai Drake, yang berlokasi di 80 km dari San Fransisco. Terlepas dari itu, ikan penis ini juga sering disebut sebagai “penjaga penginapan yang gemuk (fat innkeeper)”.

Secara umum, ikan penis memang banyak ditemukan di California. Menurut yang dilansir dari AFP, ikan penis yang juga disebut gaebul di Korea Selatan, sangat populer lantaran dipercaya mampu meningkatkan gairah berhubungan.

Lebih lanjut, ikan penis ini mencari mangsa dengan menggali terowongan berbentuk U. Serta mengeluarkan cairan lengket ketika air pasang yang digunakan untuk mencari mangsa.

Seperti yang dilansir dari Bay Nature, cairan tersebut mempunyai bentuk seperti bangkai ubur-ubur yang bisa memperangkap plankton, bakteri, dan juga biota laut lainnya.

Sedangkan dari sisi lain, lubang atau liang sisa yang dibuat oleh ikan penis, bisa juga dimanfaatkan oleh kepiting dan udang untuk bersarang.

Jika dari sisi umur, ikan penis mampu hidup cukup lama, bahkan hingga mencapai usia 25 tahun. Bahkan menurut yang tercatat, ikan penis juga mempunyai fosil yang sudah berusia 300 tahun.

Tergabung dalam rantai makanan, ikan penis ini menjadi mangsa bagi berang-berang, hiu, ikan pari, dan juga burung camar.

Untuk sebelumnya, terdapat sebuah penemuan ribuan ikan penis yang tedampar di sebuah pantai di California, Amerika Serikat.

Seorang ahli kehidupan biota laut yang menulis untuk Bay nature, Ivan Parr, menyebut jika badai yang kuat diduga sudah memaksa ribuan makhluk bulat tersebut keluar dari liang mereka, serta terpapar oleh predator.

“Ya, desain fisik cacing pemilik bentuk yang gemuk, memiliki beberapa penjelasan yang harus dilakukan. Tetapi hewan yang gemuk itu menghabiskan hidupnya di bawah tanah,” tulis Ivan Parr.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here